Saturday, July 15, 2017

Detik Health: Apa Yang Terjadi Jika Pria Coba Rasakan Sensasi Lahirkan Bayi Ke Dunia

Apa yang terjadi jika pria mencoba merasakan sensasi melahirkan bayi ke dunia? The Holderness Family, keluarga youtuberssensasional asal Amerika Serikat, mencoba melakukannya.

Sang suami, Penn, mengaku ingin mencoba sensasi sakitnya melahirkan sebagai bagian dari rasa terima kasihnya kepada sang istri, Kim Dean, di Hari Ibu. Kim pun membeli sebuah simulator rasa sakit dan meminta bantuan seorang dokter untuk memasangnya di tubuh Penn.

“Aku tidak tahu akan seberapa sakit. Namun aku ingin mencobanya,” ungkap Penn di bagian awal video.

Penn pun dipasangi alat simulator rasa sakit di bagian perut dan selangkangan. Dokter dalam video menyebut otot rectus abdominalnya yang akan stimulasi, karena pria tidak memiliki rahim seperti wanita.

Alat pun dinyalakan dengan skala nyeri di angka 3. Seketika, Penn mulai terlihat tidak nyaman. Ia tampak menahan rasa sakit sementara sang istri dan dokter yang ada di situ tertawa.

“Sangat, sangat tidak nyaman. Namun aku mampu menahannya dan masih bisa mengobrol dengan kalian,” ungkap Penn sambil meringis.

Dokter mengatakan rasa sakit yang dirasakan Penn setara dengan bagian awal proses persalinan, yakni ketika terjadinya kontraksi dan bukaan awal.

Setelah itu, skala nyeri ditingkan menjadi 6 dan 7, tingkat rasa sakit yang dirasakan seorang perempuan saat akan melahirkan bayinya. Pada saat ini, Penn mulai berteriak dan memukul-mukul tempat tidur.

“Aku benar-benar merasakan sakitnya. Yang aku rasakan adalah ketika aku rileks, rasa sakitnya berkurang namun ketika aku tegang, perutku bertambah sakit” ungkapnya.

Rasa sakit yang dirasakan saat melahirkan memang berbeda-beda untuk tiap perempuan. Ada yang merasakan nyeri luar biasa, tapi ada juga yang biasa-biasa saja.

Ekspresi Penn ketika menahan nyeri melahirkan

dr Sita Ayu Arumi, SpOG dari RSU Bunda Jakarta menjelaskan secara garis besar ada empat sebab utamanya, yaknit faktor fisiologis, usia ibu, ukuran janin dan produksi hormon.

Di sisi lain, dari sebuah penelitian yang dilakukan Stanford University di tahun 2012 terungkap bahwa wanita memiliki tingkat rasa sakit 20 persen lebih tinggi dibanding pria dan lebih sensitif, meskipun keduanya mengidap penyakit yang sama, seperti sakit punggung, nyeri sendi atau infeksi sinus. Bahkan pada pasien penyakit tertentu seperti diabetes, nyerinya bahkan jauh lebih besar ketimbang pria.



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2v2muFt
via IFTTT

0 comments:

Post a Comment