Pages

Pages - Menu

Wednesday, September 30, 2020

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Pada 1 Oktober 2020
Presiden Joko Widodo, Kamis (1/10) memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Upacara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan COVID-19. Terlihat Kepala Negara mengenakan jas biru, dasi merah, dan masker berwarna hitam.

Upacara dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Azis.

Selain itu, upacara diikuti juga secara virtual oleh para menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat beserta pimpinan tinggi madya atau sederajat. Turut hadir secara virtual kepala daerah/forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompimda), serta kepala lembaga yang ada di daerah.

Jalannya upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Kal Eri Ahmad Harahap kepada Inspektur Upacara Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Inspektur Upacara memimpin peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para Pahlawan Republik Indonesia yang telah gugur.

Kemudian, Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan naskah Pancasila. Sementara Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Ketua DPD La Nyala Mattalitti.

Adapun, Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani naskah Ikrar dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian acara.

Berikut ikrar yang dibacakan dan ditandatangani oleh Ketua DPR Puan Maharani:

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan.

Baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.

Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

by Dewa Aruna


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3kWTeZC
via IFTTT

INI BUKAN MASA LALU TAPI TENTANG MASA DEPAN..

MUNGKIN KITA BERFIKIR PERISTIWA INI HANYA SOAL POLITIK,SOAL MILITER MAUPUN SOAL KEKUASAAN…

NAMUN MALAM ITU SEBUAH KEPEDIHAN DARI HATI SEORANG IBU YANG KEHILANGAN BUAH HATI NYA DI PAGI BUTA..

DI SAAT SEMUA IBU DI NEGRI INI MEMELUK ANAK NYA,DI SAAT ANAK ANAK DI NEGRI INI TERBUAI DALAM MIMPI DALAM PELUKAN IBU NYA..

MALAM ITU SEORANG IBU MENJERIT ,HATI NYA PERIH ,IA MEMELUK ANAK NYA SAMBIL BERDIRI,TAPI BUKAN SEDANG BERMIMPI..
NAMUN DALAM KEADAAN BERSIMBAH DARAH,MEREGANG NYAWA..

SEMENTARA DI RUMAH LAIN NYA..
SEORANG ISTRI,SEORANG ANAK MENYAKSIKAN SUAMI NYA,AYAH NYA DI HABISI,DI SERET DALAM KEADAAN BERSIMBAH DARAH…

Terserah kalian berfikir..
Jika kalian tak peduli POLITIK,KEKUASAAN,atau SEJARAH MASA LALU Dan merasa tidak perlu tau atau menyaksikan bagaimana kekejaman,kehilangan maupun penghianatan yang terjadi di masa LALU..

NAMUN KALIAN HARUS INGAT…
KEJADIAN MASA ITU AKIBAT ULAH DARI ANAK BANGSA MU SENDIRI,YANG KELUAR DARI ATURAN,NILAI – NILAI AGAMA,BUDAYA NYA..

CAM KAN ..
BAHWA MASA DEPAN BANGSA INI,ANCAMAN MASA DEPAN BANGSA DAN NEGRRI INI, ADA DI RUMAH MU SENDIRI, ADA DI RUMAH KITA MASING – MASING,

MEMANG BENAR..
MASA ITU TELAH BERAKHIR,
NAMUN BUKAN TIDAK MUNGKIN HAL SERUPA,KELOMPOK SERUPA BAHKAN MELIBIHI KEJADIAN SERUPA AKAN TERULANG KEMBALI DI NEGRI INI, DIMANA PAHAM NYA,KADER NYA, PEMIMPIN NYA BERASAL DARI RUMAH MU SENDIRI ( anak anak dan keturunan mu ) …

Kita sedang tidak membahas POLITIK,MILITER maupun KEKUASAAN..Tapi MASA DEPAN..
MASA DEPAN MU,KELUARGA MU BANGSA DAN NEGERI MU..

Jangan bilang ITU BUKAN URUSAN MU..
Jika kamu salah asuh,salah didik,salah mengarahkan anak anak keturunan mu,mereka akan merusak mu,keluarga mu,orang lain ,bangsa dan negara nya..

ENGKAU AKAN BERURUSAN DENGAN TUHAN MU..

by Dewa Aruna

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻🤝🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩


https://ift.tt/34kbWEa
from Halo Dunia https://ift.tt/3cXelIR
via IFTTT

Pancasila Sebagai Sumber Energi Lawan Covid 19

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara.⁣

Nilai-nilai Pancasila telah menjadi kekuatan persatuan akan keberagaman yang ada di Indonesia. Nilai Ketuhanan YME, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia harus terus kita pelihara bersama. ⁣

Dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, mari jadikan Pancasila sebagai sumber energi positif untuk bersama-sama, bersatu, dan bergotong-royong berjuang melawan Covid-19. ⁣

Selamat Hari Kesaktian Pancasila.⁣

Mari terus memelihara rasa persaudaraan, saling peduli dan saling melindungi. ⁣

Mari terus jaga nilai-nilai Pancasila sebagai landasan untuk Indonesia Maju.

By Dewa Aruna dan Salam hormat saya

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻🤝🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩


https://ift.tt/34kbWEa
from Halo Dunia https://ift.tt/3l2imyq
via IFTTT

Makanan yang Cocok untuk Kesehatan Jantung

Saat seluruh negeri dilanda pandemi virus corona, orang menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan kekebalan tubuh yang lebih kuat. Sebagian besar profesional bekerja dari rumah.

Kondisi tersebut yang memberikan kesempatan memasak yang lebih sehat dan meningkatkan kebiasaan makan Anda dengan makanan bergizi. Anda perlu memperbaiki kebiasaan makan dan mendapatkan pengetahuan tentang makan yang lebih baik.

Berikut ini adalah makanan yang bisa menyehatkan jantung, juga baik untuk program diet Anda seperti dilansir di laman Financial Express, Rabu (30/9).

1. Ikan berlemak

Ambil dosis omega-3 Anda dalam bentuk ikan berlemak seperti makerel, sarden, dan salmon, karena ini adalah sumber mineral bio terbaik yang tersedia. Menurut American Heart Association (AHA), mengonsumsi ikan dua kali sepekan baik untuk kesehatan jantung.

2. Delima

Konsumsi buah delima membantu meningkatkan kadar HDL dan mengurangi oksidasi lipip karena adanya antioksidan punicalagin dalam buah delima. Selain itu, ia memiliki tiga kali aksi antioksidan dari teh hijau dan anggur merah.

3. Buah beri kaya antioksidan

Buah beri kaya antioksidan seperti buah beri hitam, merah muda, biru tua, dan merah dapat menawarkan banyak vitamin dan mineral penting. Beberapa buah beri tersebut adalah stroberi, ceri, jamun, anggur merah, blackberry dan lainnya.

4. Bit dan sayuran berdaun hijau tua

Mereka mengandung nutrisi penting seperti serat, vitamin K, vitamin B seperti folat dan nitrat yang penting untuk pencegahan penyakit jantung. Contoh sayuran tersebut termasuk bayam, bathua, daun bayam, fenugreek, sawi, dan collard green. Selain itu, bit juga membantu mengoksidasi tubuh karena memiliki kadar nitrat yang tinggi, antioksidan, dan mineral alami lainnya.

5. Kacang dan biji Kacang

Kacang-kacangan seperti almond, walnut, hazelnut, water chestnut, dan lainnya adalah sahabat jantung. Selain itu, biji-bijian seperti biji alfa-alfa, biji rami, dan biji selasih menawarkan asam amino arginin dan zat gizi mikro membantu dalam mengurangi tekanan darah dan menjaga kolesterol tetap terkendali.

6. Biji-bijian dan millet utuh

Fitonutrien yang dapat diperoleh dari biji-bijian seperti tepung terigu, oat, dalia dan millet seperti ragi, bajra, jowar, menyuplai serat, vitamin B, stanol untuk tubuh yang diketahui memiliki efek yang sangat positif untuk menurunkan kadar kolesterol.

7. Bawang putih, kayu manis, dan kunyit

Makan bawang putih mentah memberikan antioksidan allicin yang dikenal dapat mengontrol tekanan darah dengan lebih baik. Sedikit kayu manis dan kemangi untuk teh hijau atau teh herbal Anda bersama dengan kurkumin dalam kunyit bertindak sebagai antiinflamasi. Anda dapat memasukkannya ke dalam masakan makanan atau bahkan menambahkannya ke dalam susu Anda.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3jdXDah
via IFTTT

Lingkungan Polrestabes Surabaya Menjadi Percontohan Penerapan Protokol Kesehatan

 
Masa Pandemi Covid-19 belum juga berakhir, berbagai macam tindakan pencegahan dilaksanakan oleh semua institusi dan lapisan Masyarakat, dengan harapan bisa mencegah penularan virus covid-19. Menyikapi akan hal ini Polrestabes Surabaya selain gencar memberikan sosialisasi dan himbauan terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan, dan juga gencar melaksanakan operasi yustisi untuk menyelamatkan warga surabaya.
 
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir Juga tidak bosan bosan mengingatkan seluruh anggota polisi surabaya yang dia pimpin, agar seluruh anggota juga menerapkan protokol kesehatan di lingkungan Mapolrestabes Surabaya, Kapolrestabes Surabaya juga perintahkan agar lingkungan Markas Polrestabes Surabaya menjadi percontohan dalam penerapan protokol Kesehatan.
 
 
Dalam kesempatan apel di pagi hari tersebut, selain memberikan arahan terkait Lingkungan Polrestabes Surabaya menjadi percontohan protokol kesehatan, Kapolrestabes Surabaya juga mengingatkan kepada seluruh anggota untuk tetap menjaga kesehatan karena tugas polisi semakin kedepan semakin berat, mulai dari standar operasional kepolisian yang sudah menjadi tugas sehari hari, anggota polrestabes surabaya juga harus dan wajib siap dalam menghadapai masa pilkada serentak tahun 2o2o di Surabaya.
 
 
 

https://ift.tt/2SedMAO
from Halo Dunia https://ift.tt/3ihCDxS
via IFTTT

Tuesday, September 29, 2020

Aksi Vandalisme Jangan Sampai Picu Isu SARA di Pilkada 2020

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengutuk keras peristiwa vandalisme yang terjadi di Musala Darussalam di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Azis Syamsuddin meminta aparat kepolisian untuk dapat membuka motif aksi tidak terpuji tersebut.

“Aksi tersebut mencederai umat muslim, namun masyarakat jangan sampai terprovokasi, terlebih rumah tersangka masih di wilayah sekitar. Mari kita tunggu informasi resmi dari aparat kepolisian mengenai peristiwa tersebut,” kata Azis Syamsuddin kepada wartawan JawaPos, di Jakarta (30/9).

Politikus Partai Golkar itu meminta aparat kepolisian untuk tidak cepat mengambil kesimpulan seperti kasus penusukan Syekh Ali Jaber yang terjadi beberapa waktu lalu di Lampung, yang menyatakan gangguan jiwa. “Polisi harus melakukan penyelidikan secara utuh, apakah tersangka terpapar radikalisme atau murni dari niat pelaku,” ujarnya.

Aziz mengharapkan agar peristiwa ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Mengingat pelaksanaan pilkada serentak akan segera dihelat dalam waktu dekat ini.

“Jangan sampai ada isu SARA dalam pelaksanaan pilkada serentak, yang dapat memecah belah bangsa,” pungkasnya.


https://ift.tt/3n4Vwrt
from Halo Dunia https://ift.tt/3mZrENv
via IFTTT

Menkes Terawan Ramai Dibahas, Segini Harta Kekayaannya

Halodunia.net – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter, Selasa (29/9/2020).

Hal itu lantaran ketidakhadirannya dalam program Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab pada Senin (28/9/2020) malam.

Hingga Selasa (29/9/2020) siang, kata ” Terawan” memuncaki daftar trending topic di Twitter dengan setidaknya lebih dari 95.000 cuitan.

Dalam program Mata Najwa, Najwa Shihab mengatakan jika beberapa kali sudah mencoba mengundang Terawan untuk hadir di acara yang ia bawakan.

Sayangnya, Terawan selalu saja absen dari undangan tersebut. Undangan itu sudah ia sampaikan jauh sebelum dibuatnya video “Mata Najwa” edisi “Menanti Terawan” di media sosial.

Najwa mengatakan, undangan yang ia sampaikan tidak selalu direspons oleh pihak Menkes. Sekalinya dijawab, pihak Menkes mengaku tidak bisa hadir dengan alasan padatnya jadwal.

Bukan hanya di program milik Najwa Shihab, mantan jenderal bintang dua itu diketahui juga selama ini jarang terlihat di hadapan publik dalam kaitannyamenanggapi pandemi Covid-19.

Rincian harta kekayaan Menkes Terawan

Sebagai pejabat publik, Terawan wajib melaporkan harta kekayaannya setelah ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan RI oleh Presiden Joko Widodo.

Berikut detail laporan harta kekayaan Menkes Terawan dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id, Rabu (30/9/2020).

Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto yang melaporkan harta kekayaannya pada 17 Maret 2020 ini, memiliki jumlah harta yang cukup besar.

Tercatat, Terawan memiliki harta kekayaan sebanyak Rp 90.605.946.595.

Dengan rincian sebagai berikut:

Terawan memiliki total 15 tanah dan bangunan dengan ukuran yang bervariasi yang terletak di Bogor dan Jakarta.

Dari total 15 asetnya itu, memiliki nilai total mencapai Rp 14.299.880.000.

Selain itu, harta kekayaan Terawan juga berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 3.832.000.000.

Ini terdiri dari 4 mobil seperti Honda CRV, Lexus RX200T, Alphard G, dan Alphard 3.5 Q.

Kemudian, 3 sepeda motor dengan masing-masing bermerek Honda Beat, Honda CBR dan Kawasaki ZR800B.

Dari LHKPN terbaru, harta kekayaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto paling besar berupa kas dan setara kas senilai Rp 72.474.068.595.

Ia tercatat tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, harta lainnya dan hutang.

Jumlah harta kekayaan Menteri Kesehatan itu meningkat signifikan dibandingkan LHKPN tahun 2018 yang hanya Rp 78.265.817.834 atau bertambah sekitar Rp 12 miliar dalam setahun.

Ketika itu, Terawan masih menjabat sebagai kepala RSPAD Gatot Subroto.

Ke mana “perginya” Menkes Terawan?

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan Menkes Terawan, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI Widyawati memastikan kondisi dan keadaan Menkes Terawan dalam kondisi yang sehat.

“Pak MK (Menteri Kesehatan, Terawan) Alhamdulillah sehat,” kata Widyawati saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/9/2020) siang.

Perlu beberapa jam kemudian bagi Kompas.com menunggu jawaban dari pertanyaan mengapa Terawan jarang dan bahkan tidak pernah tampil di hadapan publik.

Widyawati menyebut, Terawan memang belakangan ini disibukkan dengan berbagai agenda kegiatan di lapangan.

Namun, Widyawati enggan membeberkan lebih jauh terkait kunjungan yang dilakukan Terawan hingga jarang tampilnya ke publik dipertanyakan banyak pihak.

Tak hanya itu, Widyawati juga menyampaikan bahwa pada waktunya nanti, Terawan pasti akan menjelaskan semua kepada publik.

“Bapak (Terawan) sedang banyak jadwal ke lapangan. Ada waktunya Bapak akan menjelaskan semua,” katanya lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Dirjen P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, kendati tidak mengetahui persis terkait keberadaan Menteri Terawan, namun dirinya masih kerap bertatap muka dengan yang bersangkutan saat rapat.

“Kok tanya saya? Saya tiap hari masih rapat sama Menteri (Terawan),” kata Yuri, Selasa (29/9/2020).

Sementara itu, saat disinggung terkait keberadaan Menteri Terawan yang jarang tampil di hadapan publik, Yuri tidak mengetahui.

“Enggak tahu,” katanya menutup pembicaraan.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoInfografik: Profil Menteri, dokter Terawan Menteri Kesehatan

Penulis: Dandy Bayu BramastaEditor: Rizal Setyo Nugroho


https://ift.tt/2GnpxSw
from Halo Dunia https://ift.tt/3jmeFDm
via IFTTT

Cai Changpan Gunakan Alat Proyek Lapas Tangerang Untuk Kabur

Halodunia.net – Polda Metro Jaya menemukan alat bukti pelarian bandar narkoba asal Tiongkok, Cai Changpan alias Cai Ji Fan, dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Selang, pompa air, dan sejumlah alat pelarian lain didapat dari proyek dalam lapas.

“Itu alat-alat memang pada saat itu ada pembangunan dapur yang ada di dalam sel,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu, 30 September 2020.

Cai Changpan menggali lubang sedalam 2 meter dan panjang 30 meter menggunakan sekop, besi, obeng, dan pahat. Lubang yang digali tersebut terhubung dengan gorong-gorong di luar lapas sehingga lubang pelarian kerap dibanjiri air.

Baca: Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan Menggunakan Sekop

Cai Changpan menggunakan pompa untuk membuang air tersebut. “Dia pakai pompa air untuk kabur,” kata Yusri.

Terpidana hukuman mati itu kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada Senin malam, 14 September 2020. Pembuatan jalur pelarian bandar narkoba kelas kakap tersebut memakan waktu delapan bulan.

Petugas lapas mengetahuinya 11 jam kemudian. Polisi tengah menyelidiki dugaan keterlibatan petugas lapas dalam pelarian bandar narkoba tersebut.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/36q1KfE
via IFTTT

Ini Deretan Negara yang Menkes-nya Mundur Saat Pandemi Corona

Halodunia.net – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kini tengah ramai diperbincangkan warganet. Pasalnya, Terawan dinilai jarang tampil ke publik di saat kasus virus corona (COVID-19) Tanah Air terus meningkat.

Najwa Shihab dalam acara “Mata Najwa” bahkan “mewawancarai” kursi kosong karena Terawan belum bisa hadir langsung meski sudah beberapa kali diundang. Najwa menilai Terawan sebagai Menkes paling low profile di seluruh dunia selama masa pandemi corona karena jarang muncul ke depan publik.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan Najwa saat “mewawancarai” kursi kosong tersebut adalah apakah Terawan siap mundur dari jabatannya sebagai Menkes. “Apakah penanganan kita lebih baik dari negara-negara yang Menkes-nya mundur? Publik, di antaranya lewat petisi, meminta kebesaran hati Anda untuk mundur saja. Siap mundur pak?” tanya Najwa.

Setidaknya, ada 10 negara yang Menkes-nya mengundurkan diri atau dipecat selama masa pandemi corona ini. Alasannya pun beragam, mulai karena gagal menekan jumlah kasus positif COVID-19 hingga adanya konflik dengan Kepala Negara. Berikut daftar negara yang Menkes-nya mundur selama pandemi:

1. Brasil

Hanya dalam kurung waktu kurang dari sebulan, dua Menkes Brasil berhenti dari jabatannya. Yang pertama adalah Menkes Luiz Henrique Mandetta yang dipecat oleh Presiden Jair Bolsonaro karena perbedaan pandangan pada 16 April 2020 lalu. Kemudian yang kedua adalah Menkes Nelson Teich yang mengundurkan diri pada 15 Mei 2020 lalu.

2. Belanda

Mantan Menkes Belanda, Bruno Bruins, adalah Menkes pertama yang mengundurkan diri dari jabatannya selama pandemi COVID-19. Tercatat, Bruno mengundurkan diri sebagai Menkes Belanda pada 19 Maret 2020 lalu.

3. Ceko

Mantan Menkes Ceko Adam Vojtech baru saja mengundurkan diri pada Senin (21/9) pekan lalu. Vlojtech mengundurkan diri karena jumlah kasus COVID-19 di negaranya melonjak.

4. Polandia

Menteri Kesehatan Polandia Lukasz Szumowski mengungkapkan pengunduran dirinya pada 18 Agustus 2020 lalu. Awalnya, Szumowski berencana mengundurkan diri awal tahun ini, namun ia bertahan untuk menghadapi pandemi corona dan memutuskan berhenti pada Agustus lalu.

5. Pakistan

Mantan Menkes de facto Pakistan Zafar Mirza mengundurkan diri pada 29 Juli 2020 lalu. Ia mengundurkan diri dengan alasan kritik terhadap penasihat pemerintahannya yang memiliki kewarganegaraan ganda. Mirza mengaku puas karena mengundurkan diri di saat kasus COVID-19 Pakistan telah menunjukkan tren penurunan.

6. Kazakhstan

Mantan Menkes Kazakhstan Yelzhan Birtanov mengundurkan diri pada 25 Juni 2020 lalu. Ia mengundurkan diri usai terkonfirmasi positif COVID-19 dengan komplikasi, padahal kala itu Kazahkstan tengah mengalami lonjakan kasus di gelombang kedua.

7. Rumania

Mantan Menkes Rumania Victor Costache mengundurkan diri pada 26 Maret 2020 lalu. Melansir Bloomberg, sang Menkes mengundurkan diri ketika negara itu berjuang untuk menahan penyebaran virus corona dengan ratusan dokter dan perawat yang dinyatakan positif COVID-19.

8. Selandia Baru

Mantan Menkes Selandia Baru David Clark mengundurkan diri pada 2 Juli 2020 lalu karena serangkaian kesalahan pribadi selama pandemi corona. Salah satunya adalah karena Clark telah melanggar aturan lockdown ketat yang diterapkan di negaranya.

9. Ekuador

Mantan Menkes Ekuador Catalina Andramuno mengundurkan diri pada 21 Maret 2020. Lonjakan kasus COVID-19 di awal pandemi membuat Andramuno mengundurkan diri dari jabatannya.

10. Chili

Mantan Menkes Chili Jaime Manalich mengundurkan diri pada 13 Juni 2020 lalu. Ia mengundurkan diri tak lama setelah 234 kematian COVID-19 dilaporkan dalam 24 jam.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2HF7fwN
via IFTTT

Pesan Febri ke Penyidik KPK : Bekerjalah dengan Benar

Halodunia.net – Cerita menarik mencuat seiring pernyataan pengunduran diri yang disampaikan Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Mulai dari alasan yang mendasari pengunduran dirinya dari KPK hingga cita-cita Febri yang tak kunjung tercapai saat ia masih berstatus sebagai pegawai lembaga anti rasuah.

Keinginan menjadi penyidik, menurut Febri jadi satu hal yang hingga kini belum dapat diwujudkannya selama masih berseragam KPK. Begitu menginginkannya Febri untuk duduk sebagai penyidik, bahkan tak jarang keinginan kecilnya itu ia sampaikan kepada teman penyidik yang dikenalnya.

“Ya itu cita-cita yang tidak kesampaian ya, jadi kalau saya ngobrol dengan teman penyidik itu sebenarnya saya punya cita-cita jadi penyidik. Jadi banggalah Anda bekerja sebagai penyidik dan bekerjalah secara benar begitu ya,” ujar Febri, Selasa (29/9).

Keinginan tersebut, kata Febri, berasal dari keinginan terpendamnya setelah selama hampir 7 tahun berkontribusi sebagai peneliti di Indonesia Corruption Watch (ICW). Ia berpikir, pengetahuan hukum yang diperolehnya kala itu perlu disalurkan dalam bentuk yang jelas berfungsi betul dalam perlawanan terhadap korupsi.

“7 tahun saya di ICW saya berpikir bahwa ilmu hukum yang saya miliki itu perlu saya kontribusikan secara lebih detail gitu. Salah satu pikiran saya pada saat itu adalah sebagai penyidik,” cerita Febri.

Bak gayung bersambut, kesempatan itu pun datang pada tahun 2012. Juru bicara KPK saat itu Johan Budi menyatakan bahwa KPK membutuhkan penyidik independen. Tetapi Febri masih harus menunda keinginannya saat itu karena lowongan untuk posisi penyidik ternyata belum juga tersedia.

“Saya ingat waktu itu Mas Johan waktu tahun 2012/2013 mengatakan KPK membutuhkan penyidik independen. Pada saat itu juga sejumlah penyidik dari Polri, Novel dan teman-teman itu mundur dari Polri kemudian memutuskan jadi pegawai tetap KPK. Akhirnya saya daftar meskipun daftarnya sebagai penyelidik ya jadi beda dengan penyidikan karena belum dibuka saat itu tapi ya lulusnya di deputi bidang pencegahan gratifikasi,” beber dia.

Ketua KPK Firli Bahuri bersama Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Lama menanti, kesempatan itu tak kunjung datang kepadanya. Kesempatan untuk mengembangkan karirnya di KPK justru datang saat ia ditawarkan masuk mengisi posisi di bidang pencegahan. Pada akhirnya ia diterima sebagai Kepala Biro Humas KPK dan dipercaya sebagai juru bicara.

“Ada iming iming sih waktu itu saya menerima offering letter itu dikatakan, Mas Febri di pencegahan dulu saja nanti setelah 2 tahun ada mekanisme tes untuk menjadi penyidik. Jadi kalau mau jadi penyidik ya harus tes lagi. Saya tunggu tunggu 2 tahun ternyata belum buka program itu. Saya justru disuruh daftar menjadi Kepala Biro Humas dan lolos. Setelah jadi biro humas baru dibuka (lowongan) penyidiknya,” ungkap Febri.

Dari pengalaman itu, Febri menyimpulkan bahwa hal yang dijalaninya selama ini jelas sama sekali tidak percuma. Karena menurut dia hal itu kini tetap membawanya sebagai pribadi yang tetap menegakkan pentingnya prinsip dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Ya itu kan jalan yang diberikan yang maha kuasa yang tidak pernah kita tahu ya, apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan,” kata Febri.


https://ift.tt/3jeEzso
from Halo Dunia https://ift.tt/30jwsTQ
via IFTTT

Aksi Pemuda Corat-Coret Musholah Telah Diperiksa Polisi

Halodunia.net – Viral sebuah video yang memperlihatkan sebuah musala di Kabupaten Tangerang, Banten dicorat-coret oleh seseorang anak muda berusia 18 tahun menggunakan cat semprot hitam. Seisi musala penuh dengan coretan, mulai dari dinding, sajadah, papan tulis lemari buku, hingga Alquran.

Coretan tersebut terbilang sangat tidak pantas. Pelaku menuliskan berbagai kalimat hinaan. Seperti “anti islam”, “anti hinaan”, “saya kafir”, “islam tidak dirodhoi”, bahkan tulisan Allah dalam bahasa arab dicoret dengan tanda silang.

“Betul ada kejadiannya. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan dari Kapolresta Tangerang,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi, Rabu (30/9).

Dia meminta kepada masyarakat tidak terprovokasi atas kasus ini. Sebab, kasus ini akam ditangani oleh kepolisian secara profesional mengacu pada hukum yang berlaku.

“Tetap waspada dan hati-hati dengan adanya upaya propaganda dan adu domba pihak tertentu ya,” jelas Edy.

Sementara itu, Kapolresta  Tangerang Kombes Pol Ade Ari Syam Indardi menambahkan, lokasi vandalisme ini terjadi di musholah Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (29/9) pukul 15.30 WIB.

Setengah jam usai peristiwa, warga melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Pasar Kemis. Usai dilakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi, pada pukul 19.30 WIB, polisi mengamankan Satrio, 18, di rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari musala tersebut.

“Dari hasil interogasi oleh Polsek Pasar Kemis,  pelaku mengakui telah melakukannya dan saat ini pelaku sudah di bawa ke Polresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Ade.

Musholah saat ini sudah dibersihkan. Warga sudah bisa menggunakannya kembali untuk ibadah. Saat ini penyidik masih mendalami motif Satrio melakukan aksi tidak terpuji tersebut.


https://ift.tt/3n4Vwrt
from Halo Dunia https://ift.tt/2Gix711
via IFTTT

Terekam CCT V, Dua Jambret Menuju Jeruji Besi Polrestabes Surabaya

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap dua jambret yang aksinya terekam kamera di Jl Menur pumpungan Surabaya pada 28 September 2020. Video aksi kedua pelaku sempat viral di media sosial.

Kapolrestabes Surabaya melalui Kasatreskrim AKBP Sudamiran menjelaskan, keduanya berinisial MBF dan MF ditangkap di kawasan Banyu Urip Wetan Surabaya pada Senin (28/9/2020) kemarin. Keduanya menjambret telepon genggam anak kecil yang bermainan HP.

HP merk XIomi yang diambil dari anak kecil. Saat korban sedang maen, pelaku turun dan merampas HP kemudian melarikan diri,” ujar Sudamiran saat di konfirmasi melalui telpon, Rabu (30/9/2020).

“Begitu kami mengetahui telah ada kejadian penjambambretan dan viral di media sosial anggota langsung bergerak ke lokasi kejadian mengumpulkan bukti – bukti dan saksi serta rekaman CCTV,” ucapnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam milik korban, pakaian yang dikenakan saat beraksi dan helm. Sementara, kendaraan yang digunakan pelaku.

“Dia memang sudah sering melakukan aksi kejahatan ini. Dan lokasinya berpindah-pindah,” tutupnya.

Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun penjara.(Lsm/Humas)


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/30mkdpL
via IFTTT

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Perjuangan dan Pejuang

Hari Kesaktian Pancasila adalah hari nasional di Indonesia yang diperingati setiap 1 Oktober. Ini terjadi setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI.

Dimana diketahui pada peristiwa G30S/PKI, tujuh jenderal serta beberapa orang lainnya dibantai sekelompok orang yang menurut otoritas militer pada saat itu disebut sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI) Gejolak yang timbul akibat G30S/PKI sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia, sehingga dinamakan Hari Kesaktian Pancasila. (29/9)

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam suku, Ras Agama yang berbeda berda serta di bentuk dalam sebuah Lambang Garuda Pancasila.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bermula dari Surat Keputusan Menteri atau Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto pada 17 September 1966 lalu. Setelah keputusan tersebut keluar, Wakil Panglima Angkatan Darat Letjen Maraden Panggabean menjelaskan, Pancasila sebagai way of life bangsa indonesia padatanggal itu mendapat ancaman yang luar biasa sehingga hampir saja Pancasila musnah dari Bumi Pertiwi.

Gerakan 30 September, merupakan upaya perebutan kekuasaan, Peringatan Mengenang jasa para Pahlawan yang Gugur dimedan perang.

Seputar G30S/PKI, Peristiwa Penting dalam Sejarah Indonesia

1. Sejarah Singkat Lahir dan Rumusan Pancasila

Sejak tanggal 1 Maret 1945, pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia sudah mengajukan pertanyaan penting tentang dasar Negara Indonesia. Hal tersebut memicu upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar negara resmi.

Dimulai pada pidato tentang ‘lima dasar’ oleh Muhammad Yamin hingga pidato pada tanggal 1 Juni 1945 yang berisi tentang ‘Lahirnya Pancasila yang dilakukan oleh Sukarno. Pada 22 Juni 1945 Pancasila kemudian disusun sehingga menjadi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

2. Penghapusan 7 kata Piagam Jakarta

Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Hatta, Piagam Jakarta disahkan sebagai Pembukaan UUD 1945. Para pendiri bangsa kala itu menghapus 7 kata sila pertama dalam piagam Jakarta yakni: ‘dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. Ketujuh kata itu mengikuti kata ‘Ketuhanan’.

3. Gerakan 30 September (G30S) PKI

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 faktanya erat berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Tragedi ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara komunis.

Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi korban dalam Gerakan 30 September. Mereka adalah:

– Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani

– Mayor Jendral Raden Soeprapto

– Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono

– Mayor Jendral Siswondo Parman

– Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan

– Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo

– Lettu Pierre Andreas Tendean

Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila

4. Penyelenggaraan upacara di berbagai Institusi Negara

Menurut informarmasi yang berkembang, Penyelenggaraan upacara untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober akan dilakukan di berbagai institusi negara (berbagai daerah)

5. Pengibaran Bendera

Sebelum upacara resmi berlangsung, pada tanggal 30 September 2019 bendera berkibar setengah tiang. Hal tersebut dilakukan untuk mengenang gugurnya tujuh Pahlawan Revolusi. Sedangkan, tanggal 1 Oktober 2019 pukul 06.00 Wib maka bendera berkibar satu tiang penuh.

6. Makna 1 Oktober

Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari perkabungan nasional karena adanya tragedi penculikan dan pembunuhan tersebut.

Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga merupakan hari di mana Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang tidak tergantikan. Hal ini dikarenakan pada tahun terjadinya Gerakan 30 September, ada beberapa pihak yang ingin merusak paham mengenai pancasila.

Namun hal ini berhasil diredakan dan pemerintah kemudian menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tahun.

Jika Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk mengenang pahlawan yang gugur pada peristiwa Gerakan 30 September, maka berbeda dengan Hari Lahir Pancasila.

Tak luput pula seuntai bait tercurahkan dari para pejuang bangsa, Lanjutkan Perjuangan Para Pejuang Terdahulu, Karena Perjuangan Kalian Akan Lebih Berat dari Perjuangan Kami. (Lantunan Kopi)


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/343DdKA
via IFTTT

Selama Pandemi, Artis Mulai Buka Usaha Makanan

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi semua kalangan, tak terkecuali para pekerja entertainment. Sederet selebriti ini sampai harus berjualan demi menyambung hidup saat pandemi.

Siapa saja mereka? Simak selengkapnya di sini.

VanessaAngel sampai harus berjualan kebab demi membiayai kebutuhan keluarganya selama pandemi berlangsung.

Delon pun beralih rofesi selama pandemi ini. Dari penyanyi dirinya banting setir berjualan makanan siap saji kecil-kecilan.

Karena butiknya lesu, Ivan Gunawan pun juga memilih untuk berbisnis makanan, lebih tepatnya rempeyek yang diberi nama Peyek Mak Igun.

Inul Daratista membuat Dapur Vizta yang menjual berbagai macam makanan. Hal ini dilakukannya karena bisnis karaokenya terpaksa tutup akibt pandemi.

Selama pandemi, Ayu Ting Ting berjualan bakpao yang diberi nama Bakpao Viral demi menyambung perekonomian saat pandemi.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/33cUBxm
via IFTTT

Komedi Sule Lamar Nathalie Holscher Depan Sahabatnya

Komedian, Sule melamar kekasihnya, Nathalie Holscher di depan sahabatnya, Andre Taulany. Lamaran yang dilakukan di ruang ganti artis itu ditayangkan di kanal Youtube Taulany TV pada Selasa sore, 29 September 2020.

“Sayang, disaksikan oleh Taulany TV, bunga ini dan Haji Andre menjadi saksi, bahwa aku mulai dari sekarang sampai kapanpun, akan bersamamu, sampai akhir hayat nanti, sampai kamu bisa merawat aku, aku bisa merawatmu,” ujar Sule. Nathalie yang berada di depannya terus mengajarkan kekasihnya agar berbicara kepadanya dengan menatap matanya.

Nathalie pun diminta Andre untuk menjawab lamaran kekasihnya itu. “Aku akan menjadi pasanganmu yang terbaik dalam hidupmu selamanya,” ucapnya yang langsung disambut pelukan hangat ayah empat anak itu.

Menurut Sule, ia tidak mencintai perempuan blasteran Belanda itu, tapi menyayanginya. “Karena kalau cinta itu bisa surut seketika, bisa tumbuh seketika, tapi sayang itu abadi,” ujar mantan suami mendiang Lina Jubaedah itu. Lain halnya dengan Nathalie, ia mengaku memiliki perasaan yang komplit dengan calon suaminya ini. “Aku merasakan cinta, sayang, sudah kayak bapak, pacar, sudah semuanya dari perilaku dia.”

Hubungan antara Nathalie Holscher dan komedian Sule dikabarkan semakin dekat. Instagram/@nathalieholscher

Andre Taulany pun menanyakan mulai kapan Sule mendekati Nathalie. Menurut ayah Rizky Febian ini, ia mulai melakukan pendekatan sejak April lalu. “Saya ingin apakah dia bisa berubah perilaku bar-barnya dan ternyata bisa berubah 180 derajat.” Salah satu perubahan yang diakuinya, Nathalie menghapus tato setelah mualaf pada 22 September lalu dan kini mulai berhijab.

Sule menjelaskan, ia menempatkan diri sebagai teman, sahabat, sekaligus ayah bagi Nathalie. “Dia itu kurang kasih sayangdari ayahnya, keluarga juga jauh semua, yang lain di Belanda,” kata Sule. Yang membuatnya tersentuh, Nathalie tidak keberatan didekatinya.

Nathalie sendiri mengakui, ia mulai tersentuh dengan pendekatan Sule yang halus dan membimbing. Pendekatan ini menyentuh hatinya hingga rela berubah. “Kamu jangan gini, ini tatoan baru, kamu enggak sayang sama badan kamu. Dia itu ngasih tahunya lembut, lebih kayak orang tua ke anaknya,” ujar Nathalie yang kini dekat dengan anak-anak Sule itu.

Ia mengaku tersentuh saat Sule rela menyambangi rumahnya di Cibubur dari Tambun hanya untuk melakukan pendekatan. “Itu jauh lho, makanya saya nantang dia, ‘Kamu dekatin aku pacaran beneran atau serius? Aku capek cuma nongkrong-nongkrong doang, bandel sudah ngalami banget’,” kata Nathalie menerangkan Andre.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3lbuMEj
via IFTTT

Jelang Pilkada 2020, Polres Jember Gelar Simulasi Pengamanan di Tengah Pandemi

Petugas BPBD Jember menyemprotkan disinfektan ke pendemo dan polisi saat simulasi pengamanan tahapan Pilkada Jember 2020 di Stadion Notohadinegoro, Jember, Selasa (29/9/2020)

Polres Jember menggelar simulasi pengamanan tahapan Pilkada Jember 2020, Selasa (29/9/2020). Simulasi pengamanan itu dilakukan di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember.

Karena simulasi dilakukan di lapangan dalam stadion, tidak ada warga yang menonton.

Hal ini berbeda dengan simulasi Pilkada atau Pemilu sebelumnya, yang biasanya digelar di seputaran Alun-Alun Jember sehingga bisa dilihat banyak orang.

Simulasi diikuti oleh lintas instansi, seperti TNI, KPU, Bawaslu, juga Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Pemkab Jember.

Karena Pilkada digelar di masa pandemi, unsur dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Ada sejumlah adegan dalam simulasi tersebut. Simulasi dimulai dari usai masa pendaftaran, masa kampanye, masa tenang, hari H pencoblosan, hingga masa penghitungan suara.

Simulasi terbilang berbeda dengan simulasi pengamanan Pilkada sebelumnya adalah adegan hari H pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebelum pemungutan, petugas dari Satgas Penanganan Covid-19 menyemprotkan disinfektan di TPS.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/30iEY5U
via IFTTT

Polres Jember Kembali Mengelar Saat Pilkada Damai 2020

Sebanyak 400 personel gabungan melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan, di tengah pandemi covid-19. Demi meningkatkan keamanan jelang pilkada 2020, simulasi pengamanan kota digelar di Stadion Nohohadinegoro.

Proses pengamanan pilkada ditengah pandemi ini menurut Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra, harus mengikuti protokol kesehatan covid-19 dan ini bagian dari antisipasi terjadinya cluster baru.

Baca Juga: Gambar Petahana Masih Menempel di Ambulans Desa, LSM Somasi Plt Bupati Jember dan Bawaslu

“Kita simulasikan penerapan protokol kesehatan dan ini bagian dari antisipasi adanya penularan covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolres Jember, Selasa 29 September 2020.

Proses simulasi menurut Windy, dilakukan dengan langkah penyemprotan terlebih dahulu di TPS, lalu juga penyecekan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker.

“Kita lakukan penyemprotan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemungutan suara, kemudian nanti juga dilakukan pengecekan suhu tubuh dan wajib memakai masker,” imbuhnya.

Baca Juga: Morbidelli Marah Karena Disalip Quartararo Saat Balapan di MotoGP Catalunya

Windy menjelaskan dalam simulasi ini sebanyak 400 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan.

Sementara itu, proses pengamanan pilkada bukan hanya penerapan protokol kesehatan tetapi juga mengidentifikasi titik rawan. Titik rawan menurutnya, berada di Kecamatan Tempurejo karena medan yang sulit.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3cHJCPD
via IFTTT

Bubarkan Deklarasi KAMI, Gus Maftuh FK3I Sangat Dukung Polda Jatim

Halodunia.net – Forum komunikasi Kyai Kampung Indonesia (FK3I) mendukung pembubaran yang dilakukan aparat kepolisian pada kegiatan deklarasi KAMI di Surabaya, Senin (28/9/2020).

Dalam hal ini, Ketua FK3I, Gus Maftuh sangat mendukung pembubaran deklarasi KAMI di Surabaya. Di samping pemberitahuan tempat yang tidak valid, kegiatan KAMI hanya gerakan politik yang berkedok moral yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengaku tokoh nasional.

Gus Maftuh juga meyakini gerakan KAMI adalah gerakan yg kental dengan nuansa politik. “Mereka hanya ingin mencari panggung, gerakan yang sakit hati atau tidak puas atas kekalahan Pilpres tahun 2019 kemaren,” katanya.

Di samping itu, Gus Maftuh menyayangkan gerakan KAMI pada saat negara pada khususnya dunia pada umumnya berperang melawan Covid-19. Gerakan ini dinilai mengabaikan protokoler kesehatan yang bisa menjadi klaster baru penyebaran virus.
“Gerakan KAMI ini bisa menjadikan konflik horizontal, dimana Surabaya sudah kondusif, jangan di isi lagi dengan gerakan atau ujaran ujaran kebencian,” jelasnya.

Gus Maftuh kembali menegaskan mendukung pembubaran deklarasi KAMI yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim dan mengajak semua elemen bangsa khususnya Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa timur menolak keberadaan KAMI di Surabaya khususnya Indonesia pada umumnya.

“Kami sangat mengapresiasi Polda Jatim karena telah membubarkan deklarasi KAMI. Mereka (KAMI) melakukan kegiatan tidak sesuai dengan surat pemberitahuan dan protokol Covid-19,” katanya.

Gus Maftuh pun membeberkan bahwa giat deklarasi itu pelaksanaannya di Graha Zabalnur yang dalam pemberitahuannya di Gedung Juang 45. “Jadi memang layak untuk dibubarkan karena pihak kepolisian pun belum memberikan izin acara tersebut,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Jaringan Masyarakat Melek Politik, Ismail Busro. Menurutnya, langkah Polda Jatim dalam membubarkan deklarasi KAMI sangat tepat. Pasalnya, selain membahayakan warga terkait penyebaran Covid-19 juga gerakan itu memanfaatkan kondisi yang lagi prihatin melawan wabah dengan misi politis.

“Lebih baik monggo bareng-bareng melawan covid-19. kalau mau nyapres nanti 2024, itupun kalau ada partai yg mau mengusung dan rakyat mendukung. Sabar jendral, Jatim tidak mudah untuk di provikasi politik,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan massa dari berbagai elemen di Kota Surabaya melakukan aksi penolakan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim di Gedung Juang 45 di Jl Mayjend Sungkono, Surabaya, Senin (28/9/2020).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, massa ormas yang tergabung dalam Surabaya Adalah Kita, memblokade pintu masuk Gedung Juang 45.
Mereka berusaha mencegat setiap anggota KAMI Jatim yang akan masuk gedung tersebut. Beberapa kali, pengendara motor atau mobil yang akan masuk Gedung Juang 45 dirazia oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Surabaya, Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA) dan Maluku 1 Rasa (M1R).

Beberapa spanduk pun dibentangkan massa aksi. Seperti “Aliansi Pemuda Surabaya Menolak Kehadiran KAMI Barisan Sakit Hati Pemecah Belah Bangsa”, “Arek Suroboyo Menolak KAMI Penyebar Virus Covid dan KAMI Ojo Banci, Nek Wani Nggawe Partai, Ojo Cuma Dadi Provokator” ini dibentangkan. [geh]


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/30jVIJL
via IFTTT

PKI Sudah Tinggal Nama, Kalau Ada Hanya Sebagai Bahan Politisasi

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (purn) Agus Widjojo menilai, polemik tentang komunisme atau PKI yang menguat setiap tahunnya pada September, hanya menguras serta mengorbankan tenaga dan pikiran generasi muda bangsa.

“Seharusnya, generasi muda bangsa bisa memberikan tenaganya untuk efektivitas usaha pembangunan nasional,” ujar Agus dalam webinar tentang ‘Penggalian Fosil Komunisme untuk Kepentingan Politik?’ yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S) pada Selasa (29/9).

Hadir narasumber Direktur Eksekutif Amnesty Usman Hamid, Direktur Eksekutif P3S Jerry Massie, Direktur Eksekutif LKIP Eduard Lemanto, Peneliti Senior CSIS J Kristiadi, dan moderator Frederik Bios.

“Bahwa wabah kebangkitan komunisme sulit tidak diakui untuk hadir setiap tahun menjelang tanggal 30 September atau 1 Oktober. Karena kemunculan berulang pda saat yang tetap itu, sulit dipungkiri bahwa isu tersebut sengaja dimunculkan untuk kepentingan politik,” kata Agus.

Agus menyadari sejarah tentang PKI atau komunisme tidak bisa dihilangkan karena berhubungan dengan pikiran orang yang sulit untuk ditebak. Ada juga pengalaman perseorangan tentang PKI sehingga membuat tulisan, memoar buku, atau mengadakan pertemuan dengan teman senasib pada zaman dulu. Di samping itu, ada juga yang menganggap dirinya anti-PKI merasa hal tersebut sebagai sebuah kebangkitan dari komunisme.

Terlepas dari itu, Agus menekankan sebenarnya konstitusi negara sudah sangat tegas dan jelas mengatur tentang larangan PKI. Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia dan UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Kejahatan Terhadap Keamanan Negara sudah cukup kuat untuk mengebiri perseorangan atau paham komunis diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, memperdebatkan tentang PKI merupakan hal yang sia-sia dan hanya membawa bangsa ini jalan di tempat.

Polemik yang menguras waktu tenaga dan pikira dari aset bangsa yang sebenarnya diperlukan meningkatkan efektivitas usaha pembangunan nasional. Terasa sekali apabila sebuah postingan di sebuah media sosial ada provokatif direspons secara defensif oleh pihak yang berlawanan, maka proses balas membalas ini tidak ada habisnya. Dan terkadang juga argumentasi dari proses balas membalas postingan itu sangat tidak logis dan hanya bersifat terkadang juga sindiran kepada pengirimnya dan keluar dari substansi,” kata dia.

Lebih lanjut kata Agus, paham komunis merupakan antitesis dari kapitalisme. Karena komunisme bertujuan untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran dan pengungsian, sebagai sistem dari hasil masa lalu. Karena itu, Agus menyarankan untuk menghadapi kebangkitan komunisme lebih baik menghilangkan segala isu yang berkaitan tentang kemiskinan dan pengangguran.

“Jadi bisa dikatakan di samping kita kewaspadaan yang langsung kita tujukan kepada ideologi komunisme, yang paling penting dan lebih penting adalah bagaimana pembangunan kita itu bisa memberikan untuk mengatasi kemiskinan pengangguran pengungsian, dan lebih penting lagi adalah di antara rakyat,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid menilai, isu PKI yang tengah panas karena disuarakan Gatot Nurmantyo itu sebenarnya tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan.

Menurut Usman, sulit bagi PKI atau komunisme sebagai pergerakan muncul di Indonesia. Usman menjelaskan, film G30S PKI sendiri sudah mengalami revisi oleh Jenderal Angkatan Darat sendiri saat Orde Baru. Lalu, film tersebut ditinjau kembali saat era Habibie.

“Hal yang seperti ini saya kira berlangsung di era reformasi bukan karena ini ada PKI seperti yang digembar-gemborkan Pak Gatot. Dengan segala hormat dengan segala kerendahan hati saya, saya ingin mengatakan bahwa penjelasan itu tidak masuk akal,” kata Usman.

Selanjutnya, di era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, ada upaya untuk melakukan semacam pembenahan terhadap kerusakan sendi kehidupan bangsa di masa lalu. Salah satunya usulan mencabut TAP MPRS No 25 Tahun 1966 Tentang Larangan Ajaran Marxisme komunisme dan leninisme.

“Bahkan Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan pemrintaan maaf atas tragedi 65 mengupayakan rekonsiliasi akar rumput hingga merehabilitasi nama baik Soekarno dan orang-orang yang pernah diperlakukan sewenang-wenang dengan tuduhan PKI,” papar Aktivis HAM itu.

Namun demikian, kata Usman, usulan itu kandas karena Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra menentang langkah Gus Dur itu. Selain itu, di era Megawati Soekarnoputri muncul sebuah Undang-undang yang melarang orang-orang yang dianggap terlibat PKI dilarang mengikuti Pemilu. Namun, akhirnya Undang-undang itu dianulir MK karena dianggap menyimpang dari UUD 1945.

“Ini sebenarnya perkembangan politik yang sangat baik menurut saya, mempersamakan derajat warga negara. Jadi, meski mantan PKI dibolehkan untuk ikut pileg sebagai warga negara,” sebut Usman.

Lebih lanjut Usman juga menyinggung sejumlah pernyataan Presidium KAMI bahwa salah satu indikasi adanya kebangkitan komunis ialah adanya oligarki. Menurut Usman padangan tersebut keliru, sebab oligarki sejatinya adalah musuh kaum komunis.

“Itu kan sangat keliru,” pungkas Usman.


https://ift.tt/2S93cLb
from Halo Dunia https://ift.tt/3ieRd9F
via IFTTT

Presiden Jokowi: Harus Semangat Bekerja Jangan Kendor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan modal kerja sebesar Rp 2,4 juta kepada pengusaha mikro di Istana Bogor, Jawa Barat.

Pemberian bantuan modal kerja ini sebagai bantuan pemerintah terhadap para usaha mikro yang terdampak pandemi virus Korona atau Covid-19 di dalam negeri.

Jokowi mengatakan, saat ini ada 215 negara terdampak adanya virus Korona ini. Ekonominya jatuh lebih dari sebelumnya adanya virus yang berasal dari Tiongkok ini.

“Saya tahu kondisi usaha saat ini berada betul-betul pada posisi tidak mudah. Sangat sulit. Kalau dibandingkan dengan situasi normal sebelumnya. Tapi kita harus tahu bahwa ini dialami oleh hampir semua negara. Kondisinya sama,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/9).

Menurut Jokowi, semua orang terdampak pandemi Covid-19. Mulai dari pengusaha kecil hingga yang besar. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah.

“Yang sulit tidak hanya yang kecil atau mikro tapi yang menengah yang gede semuanya pada kondisi yang sulit. Karena pandemi Covid-19,” katanya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak kepada para pengusaha mikro untuk tidak menyerah karena adanya pandemi Covid-19 ini. Semua harus tetap berjualan dan bersemangat untuk bisa bertahan hidup.

“Jangan menyerah harus semangat kerjanya ditambah. Semangat kerjanya jangan sampai kendor. Saya tahu yang dulu mungkin omzetnya bisa Rp 500 ribu sekarang tinggal Rp 250 ribu. Yang untungnya dulu Rp 200 ribu sekarang tingal Rp 100 ribu misalnya,” katanya.

“Ya memang semuanya mengalami. Saya tahu, saya mengerti, di lapangan seperti itu. Semua negara mengalami. Yang gede mengalami, yang usaha menengah juga sama kondisinya,” tambahnya.

Jokowi juga mengatakan, setelah vaksin untuk Covid-19 ada. Maka kehidupan akan kembali perlahan-lahan membaik. Sehingga diharapkan pemerintah para pengusaha mikro ini tidak gulung tikar sebelum adanya vaksin.

“Kita harapkan setelah mulai divaksin, suntik vaksin Insya Allah di tahun ini atau awal tahun depan kondisi akan mulai membaik normal. Nah pada kondisi seperti itu jangan sampai bapak ibu kondisinya sudah tutup. Usahanya sudah tidak ada. Sulit membangunnya lagi sulit. Oleh sebab itu saya minta kita semuanya bertahan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pemerintah memberikan bantuan ke pengusaha mikro sebesar Rp 2.4 juta supaya mereka bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Oleh sebab itu hari ini kita serahkan bantuan modal kerja ini. Sudah terima semuanya. Sudah tahu isinya berapa Rp 2.4 juta. Kita harapkan dengan tambahan bantuan modal kerja ini, produk yang disajikan yang dijual bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.


https://ift.tt/3ihztdE
from Halo Dunia https://ift.tt/2G85mIE
via IFTTT

Monday, September 28, 2020

Jaga Netralitas Polri dan Deklarasi Damai Akan Terbentuk Pilkada Damai

merupaka sebuah tujuan untuk Ciptakan Pilkada Damai, Indonesia dihadapkan dengan berbagai masalah di bidang kesehatan dan juga politik, dalam hal kesehatan negara indonesia masih berusaha dan tetap dengan semangat juangnya berusaha memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, dalam sisi politik Bangsa indonesia juga dihadapkan dengan masa dan waktu untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2020.

Dalam sisi ini Korps Berbaju Coklat terbesar di Indonesia yang disebut dengan POLRI kepanjangan dari Polisi Republik Indonesia juga tidak lepas dari rantai kegiatan pilkada damai di tahun 2020. Dimana polri dituntut untuk jaga netralitas selama pilkada damai berlansung. Berbagai model deklarasi damai juga dilaksanakan dengan tujuan dan harapan akan pilkada damai di tahun 2020

Kapolres Jember AKBP Aris Suproyono dalam pimpin polres jember memang tidak bisa dipungkiri selalu bertindak cepat, akurat dan tegas, dalam segala hal yang intinya untuk kebaikan warga jember dan kemajuan intitusi Polri , sosok kapolres yang ini bisa dibilang pantang mundur. menyikapi persiapan pilkada damai dan jaga netralitas polri, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono disaat Rapat Koordinasi dengan sluruh jajaran Kepolisian wilayah jember menekankan bahwa Pentingnya Polri jaga netralitas selama perhelatan di masa pilkada damai 2020 yang akan berlansung di wilayah jember.

Berbagai kalangan dan lapisan masyarakat di rangkul oleh kapolres ini, demi menciptakan pilkada damai di wilayah jember, beberapa informasi dan berita di media online sudah sangat terlihat sebuah deklarasi damai di pilkada dama wilayah jember.

dengan begitu diharapkan pilkada jember di tahun 2020 ini benar benar terlaksana dengan damai sehingga tercipta keamanan dan ketertiban selama pilkada damai berlansung sehingga bisa tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa indonesia.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2Sa0u8a
via IFTTT

Jaga Netralitas Polri Sebuah Tujuan Terciptanya Pilkada Damai

Jaga Netralitas Polri dan Juga Deklarasi Damai merupaka sebuah tujuan untuk Ciptakan Pilkada Damai, Indonesia dihadapkan dengan berbagai masalah di bidang kesehatan dan juga politik, dalam hal kesehatan negara indonesia masih berusaha dan tetap dengan semangat juangnya berusaha memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, dalam sisi politik Bangsa indonesia juga dihadapkan dengan masa dan waktu untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2020.

Dalam sisi ini Korps Berbaju Coklat terbesar di Indonesia yang disebut dengan POLRI kepanjangan dari Polisi Republik Indonesia juga tidak lepas dari rantai kegiatan pilkada damai di tahun 2020. Dimana polri dituntut untuk jaga netralitas selama pilkada damai berlansung. Berbagai model deklarasi damai juga dilaksanakan dengan tujuan dan harapan akan pilkada damai di tahun 2020

Kapolres Jember AKBP Aris Suproyono dalam pimpin polres jember memang tidak bisa dipungkiri selalu bertindak cepat, akurat dan tegas, dalam segala hal yang intinya untuk kebaikan warga jember dan kemajuan intitusi Polri , sosok kapolres yang ini bisa dibilang pantang mundur. menyikapi persiapan pilkada damai dan jaga netralitas polri, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono disaat Rapat Koordinasi dengan sluruh jajaran Kepolisian wilayah jember menekankan bahwa Pentingnya Polri jaga netralitas selama perhelatan di masa pilkada damai 2020 yang akan berlansung di wilayah jember.

Berbagai kalangan dan lapisan masyarakat di rangkul oleh kapolres ini, demi menciptakan pilkada damai di wilayah jember, beberapa informasi dan berita di media online sudah sangat terlihat sebuah deklarasi damai di pilkada dama wilayah jember.

dengan begitu diharapkan pilkada jember di tahun 2020 ini benar benar terlaksana dengan damai sehingga tercipta keamanan dan ketertiban selama pilkada damai berlansung  sehingga bisa tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa indonesia.

https://www.kompasiana.com/haloduniaofficial0285/5f728fffd541df043905bfd2/jaga-netralitas-polri-dan-deklarasi-damai-akan-terbentuk-pilkada-damai

https://www.kompasiana.com/tag/deklarasi-damai-

https://www.kompasiana.com/tag/jaga-netralitas

https://www.kompasiana.com/tag/pilkada-damai

https://www.kompasiana.com/tag/junjung-tinggi-netralitas


https://ift.tt/36elBys
from Halo Dunia https://ift.tt/36ftAvl
via IFTTT

Kapolres Jember Tegaskan, Polri Jaga Netralitas di Pilkada

Polres Jember kembali menegaskan pihaknya netral dalam ajang Pilkada serentak 2020. Sejumlah aturan dijadikan pijakan soal netralitas korps baju cokelat itu.

Hal ini dikatakan Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si saat Rakor dan Gelar Operasional bersama PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Jember di Rupatama Polres Jember, Jum’at (11/9) 2020. Aturan itu dimuat dalam TAP MPR, UU, hingga Surat Edaran Kapolri.

Pilkada Serentak Tahun 2020, Polri dituntut untuk netral, sesuai dengan dasar hukum netralitas Polri yang diatur dalam sejumlah aturan,” kata Aris di Rupatama Polres Jember.

Misalnya TAP MPR RI Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI-Polri khususnya Pasal 10 tentang Keikutsertaan Polri Dalam Penyelenggaraan Negara.

a. Ayat (1) Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis;

b. Ayat (2) anggota Polri tidak menggunakan hak memilih dan dipilih.

“Juga Undang-Undang 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Pasal 28,” ujar Aris.

Yakni di Ayat (1) Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri dalam politik praktis.

Ayat (2) anggota Polri tidak menggunakan hak memilih dan dipilih.

Kemudian, UU 10/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU 1/2015 tentang Penetapan Perppu No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Menjadi Undang-undang sebagaimana :

a. Pasal 7 Huruf t mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai calon;

b. Pasal 70 Ayat (1) dalam kampanye, Paslon dilarang melibatkan anggota Polri.

Juga UU 8/2015 tentang Pilgub/ Bupati dan Walikota sebagaimana Pasal 7 Ayat (1) Polri mengundurkan sejak mendaftarkan diri sebagai calon. Lalu, Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang KEPP (Kode Etik Profesi Polri)

a. Pasal 6 huruf h : anggota Polri wajib bersikap netral;

b. Pasal 12 tentang Larangan :

1) Menjadi anggota/pengurus parpol;

2) Gunakan hak pilih dan dipilih;

3) Melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.

Terahir Surat Edaran Kapolri Nomor : SE/7/VI/2014 tentang Pedoman Netralitas Anggota Polri Dalam Pemilu dan Pemilukada. (atr) humas.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/349eynY
via IFTTT

Ratusan Masa Menolak Acara Kami di Gedung Juang, Kota Surabaya

Acara yang diselenggarakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Gedung Juang 45, Kota Surabaya, diblokade oleh ratusan massa yang mengatasnamakan diri ‘Surabaya Adalah Kita’.

Ratusan massa ini menggelar demonstrasi dan menduduki depan gedung. Rencananya, di dalam Gedung Juang 45 ini akan diselenggarakan Silaturrahim Akbar KAMI Provinsi Jawa Timur, Senin (28/09/2020).

Tema acaranya Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru. Dalam silaturahmi ini penyelenggara menghadirkan tiga pembicara, Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, Prof Din Syamsudin dan Prof Rochmat Wahab.

Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro di lokasi mengatakan bahwa tidak ada acara KAMI Jatim di Gedung Juang 45. Menurutnya, pihak penyelenggara harusnya memperhatikan kelayakan bangunan.

“Ini kan kegiatan yang mengumupulkan massa harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Acara ini juga tidak ada izinnya,” katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com.

Hingga saat ini, massa yang menolak acara KAMI masih bertahan di lokasi. Sedangkan, dari pihak penyelenggara dan pembicara belum terlihat di lokasi. Gatot Nurmantyo sendiri masih berada di Jabal Nur, Jalan Jambangan Kota Surabaya.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3cDU0YL
via IFTTT

Sunday, September 27, 2020

Perawat Pasien Covid-19 Vidio Call Sama Jokowi

Perawat di RSAL Dr. Ramelan, Surabaya, Sifira Kristingrum, bercerita kepada Presiden Joko Widodo bahwa dirinya jarang bertemu keluarga karena bertugas menangani pasien Covid-19.

Hal itu ia sampaikan saat berbicara dengan Jokowi melalui video call, seperti dikutip dari video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (27/9/2020).

Jokowi awalnya bertanya lokasi Fira yang tampak dari layar sedang mengenakan seragam perawat.

Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan, Pak,” jawab Fira.

Baca juga: Menko PMK Minta IDI Lindungi Para Dokter yang Tangani Covid-19

Lalu, Jokowi bertanya kapan Fira mulai bertugas menangani pasien Covid-19.

Fira menjawab, mulai bertugas sejak Mei 2020. Fira mengaku dapat pulang sekali dalam sebulan.

“Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?” tanya Kepala Negara.

Diizinkan pulang Pak, setelah satu bulan kita cek swab, kalau negatif kita pulang,” jawab Fira.

Pembicaraan lalu beralih ke penanganan pasien terinfeksi virus corona di tempat Fira bertugas.

Fira mengatakan, ia sehari-hari bekerja di ruangan Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan 11 ventilator.

Baca juga: Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

 

Ia melaporkan bahwa jumlah pasien yang ditangani dalam dua minggu belakangan menurun.

Menanggapi informasi tersebut, Jokowi mengucap syukur. Presiden lalu bertanya perihal ketersediaan alat medis serta tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

Menurut Fira, fasilitas maupun sumber daya manusia di tempatnya sudah mencukupi. Bahkan, pihaknya mulai mendapatkan bantuan relawan di ICU pada bulan ini.

Selama bertugas, Fira mengungkapkan, pasien positif Covid-19 yang ditanganinya sering merasa ketakutan.

Misalnya, saat pasien mengalami sesak napas dalam kondisi masih sadar, Fira mengatakan, pasien tersebut pasti takut.

Jokowi lantas bertanya apakah Fira memiliki pesan kepada dirinya atau kepada publik.

Fira berpesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Menurut pengamatannya, masih banyak masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

“Tetap untuk protokol kesehatan, tetap tolong dipatuhi karena kalau saya perjalanan pulang itu masih lihat kerumunan massa yang masih tidak memakai masker, masih suka berkerumun Pak,” tutur perawat tersebut.

Baca juga: UPDATE 27 September: Tambah 78, Total 10.386 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia

Fira sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas bantuan yang diterimanya. Fira mengaku akan melanjutkan sekolah lagi.

Jokowi juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh perawat, dokter, dan tenaga kesehatan yang ikut menangani pandemi ini.

“Memakai APD sampai 8 jam itu sesuatu juga yang sangat berat sekali. Oleh sebab itu, sekali lagi, saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi apa yang oleh Mbak Fira lakukan beserta seluruh rekan-rekan perawat, tenaga kesehatan, dokter, semuanya dalam berjuang terus melawan Covid ini,” kata Presiden.

“Semoga semuanya segera cepat selesai,” imbuh Jokowi.

Penulis: Devina HalimEditor: Sandro Gatra


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2EAS06S
via IFTTT

Terjaring Razia,Kakeh Berjanji Nikai Seorang Perempuan 22 Tahun

Sebanyak 17 pasangan di luar nikah terjaring razia yang digelar oleh Satpol PP Tangerang Selatan di tiga hotel di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (25/5/2020).

Seorang kakek dan pasangannnya, perempuan berusia 22 tahun, ikut digelandang ke kantor Satpol PP Tangerang Selatan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan, pasangan tersebut mengakui menjalin hubungan dan kerap melakukan hunbungan badan.

“Terus saya tanya, kamu suka tidak sama kakek ini? Mau. Terus dia (kakek) itu mau tidak? Mau. Ya, sudah berani nggak melamar anaknya? Iya, nanti dilamar langsung jadi dia mau menikahi,” ujar Muksin saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

Baca juga: Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Muksin menjelaskan, pria tua dan perempuan tersebut bertetangga di kampungnya.

Semenjak kecil, kakek tersebut kerap berbuat baik terhadap perempuan itu hingga memicut hati sampai dengan saat ini.

“Katanya bapak itu baik dari jaman saya kecil dan si bocah itu suka. Jadi sudah suka sama suka. Seminggu bisa dua kali (berhubungan badan),” katanya.

Muksin mengatakan, setelah dimintai keterangan kakek dan perempuan itu dipulangkan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3kSUAVy
via IFTTT

Diduga Ada Back Up, Disbudpar Kota Surabaya Takut Cabut Izin Tempat Hiburan Besar

Sesuai Inpres No. 6 Tahun 2020, Pergub nomor 2 tahun 2020 dan Perwali No.33 Tahun 2020, seharusnya seluruh tempat hiburan wajib tutup dikarenakan untuk mencegah semakin menyebarnya covid-19. Namun, dalam kenyataannya dilapangan, masih terdapat tempat hiburan yang tetap buka.

Akibatnya, empat izin tempat hiburan di cabut oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya. Namun, masih banyak tempat hiburan besar yang bandel meskipun telah berulangkali diberi peringatan.

Adapun beberapa tempat hiburan besar yang rajin di razia namun tak tersentuh oleh pencabutan izin diantaranya, Karaoke Royal KTV di Kompleks Gedung Go Skate Jl Embong Malang yang 3 kali kedapatan melanggar dan minimal sudah 2 kali dipasang stiker pelanggaran Perwali 33, termasuk tempat hiburan Pajamas yang sering di razia beralamat di jl. Yos Sudarso berdekatan dengan kantor Pemkot Surabaya, dan beberapa tempat hiburan lainnya tetap tak terusik.

Jangankan disegel, tempat hiburan yang diduga diback up sejumlah instansi itu bisa tetap beroperasional. Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Bapak Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya gencar melakukan penutupan tempat hiburan yang masih melanggar Perwali 33.

“Dalam rangka membantu upaya pemerintah memutus pandemi Covid-19, kami bersama Polrestabes Surabaya dan TNI. Kami akan gencar melakukan razia tempat hiburan,” ujarnya.

Sementara itu dalam razia semalam, petugas gabungan yang berkeliling sempat mendatangi Karaoke My Friends di kawasan Rungkut, namun tempat ini nampak tutup. Begitu juga saat melintas di depan Sobriety Jl Gubeng, yang nampak tak beroperasional.

Baru pada Minggu dini hari ditemukan Diskotek Star One Jl Kenjeran, yang kedapatan hendak beroperasional. Belasan ABG yang hendak masuk tempat hiburan itu diamankan bersama 6 karyawan dan seorang pemilik warung.

“Sekitar 23 orang ya. Mereka dikirim ke Mapolrestabes untuk menjalani rapid tes dan tes urine. Nanti juga akan dilakukan sidang tipiring di lokasi,” ujar Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Wimboko yang memimpin penyegelan di diskotek tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Atiek Sugiharti ketika di hubungi via whatsapp terkait banyaknya tempat hiburan yang disegel, tapi tidak dicabut izinnya, diantaranya Karaoke Royal KTV (Jl. Embong Malang) dan beberapa tempat hiburan lainnya, sampai saat ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Antiek Sugiharti belum memberi keterangan.

Diduga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya tidak berani mencabut izin tempat hiburan besar yang masih tetap beroperasi tersebut dan terkesan pilih kasih.

Hanya tempat hiburan kecil saja yang disikat dan dicabut izinnya. Perlu diketahui, PDF pencabutan izin tempat hiburan yang beredar di sosmed sebanyak empat tempat hiburan yang dicabut izinnya adalah tempat hiburan yang bertaraf kecil yakni, Panti Pijat Kimochi Japanese Massage di Jl Manyar Kertoarjo IV/7-11, Karaoke Queen Jl Manyar 53, Karaoke D’Berry Jl Banyu Urip dan Diskotek Escobar, di kawasan Ngaglik. (red)


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3iba7hs
via IFTTT

Terkait Penembakan Pendeta, Tokoh-Tokoh Papua Minta Pembunuhan Diungkap

Situasi politik di Papua memanas saat mencuatnya pemberlakuan Otonomi Khusus Jilid II dan adanya penembakan Pdt. Yeremia Zanambani, S. Th di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua.

Penembahkan tersebut masih misterius sebab dari pihak TPN PB (Tentara Pembebasan Papua Barat) atau KKB (Kelpok Sipil Bersenjata) menuduh pihak TNI yang melakukan penembakan dan dari pihak TNI/Polri menuduh dari pihak TPN PB/KKB lah yang melakukan penembakan.

Desakan untuk mengusut tuntas kasus tersebut, secara transparan datang dari berbagai kalangan mulai dari Tokoh Masyarakat di Papua,Tokoh Adat, Anggota DPRD Papua, Anggota DPR RI, Organisasi PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) serta ormas-ormas kepemudaan di Indonesia.

Desakan kali ini datang dari Hendrik Yance Udam atau HYU salah satu Tokoh Nasional asal papua yang di temui di Jakarta, Sabtu (26/09/2020). HYU mengatakan bahwa, dirinya meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penembakan Pdt. Yeremia Zanambani, S.Th secara transparan.

“Saya minta diusut dan dipublikasikan ke masyarakat luas, sehingga kita mengetahui siapa aktor intelektual yang melakukan aksi tersebut. Dimana kasus ini mengakibatkan kematian terhadap Pdt.Yeremia Zanambani S.Th di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua baru-baru ini,” pintanya.

HYU pria bercirikas breok berkopiah merah ini menyatakan, masalah ini menjadi runcing setelah kedua bela pihak yang saling menuding tentang siapa oknum pelaku penembakan tersebut. Kata HYU, kita harus bisa berkata dengan trasparan dihadapan publik siapa pelaku yang melakukan pembunuhan tersebut. Sehingga nantinya bisa diproses secara hukum yang berlaku di NKRI.

“Apakah terduga pelaku dari pihak TPN PB/KKB atau dari Pihak TNI/Polri, sehingga persoalan tersebut tidak melebar karena dapat menganggu eksistensi NKRI di tanah Papua,” lugasnya.

Katanya juga, pengakuan jujur siapa oknum pelaku penembahkan almarum Pdt.Yeremia Zanambani S.Th kehadapan publik sangat diperlukan, sehingga dapat meredam konflik kepentingan yang ada di Papua yang lagi memanas.

“Karena dari pihak keluarga korban almarum Pdt.Yeremia Zanambani S.Th dalam konferensi persnya mengatakan bahwa, pihak keluarga korban mengakui pelaku penembakan pendeta Yeremias Zanambani S.Th diduga adalah murni aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI),” tukas HYU.

Ditambakan HYU, isu Papua sudah sangat mengkristal bukan lagi menjadi konsumsi politik masyarakat lokal saja, dan nasional namun sudah menjadi konsumsi publik masyarakat internasional oleh sebab itu pemerintah harus lebih berhati-hati dalam mengelola isu-isu papua dengan baik.

Kasus penembakan Pdt.Yeremia Zanambani S.Th juga sudah di bahas di Dewan Gereja se – Dunia, oleh sebab itu saya minta kepada Bapak Presiden Jokowi untuk segera membentuk tim pencari fakta independen untuk turun secara langsung ke masyarakat guna mencari tau siapa oknum pelaku penembahkan Pdt.Yeremia Zanambani S.Th.

HYU juga sangat menyayangkan akan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Papua yang menewasakan warga sipil dan anggota TNI/POLRI yang di lakukan oleh TPN PB/ KKB dan sebaliknya anggota TNI/Polri yang diduga juga menewaskan masyarakat sipil yang ada di Papua.

Sebab menurut HYU kekerasan demi kekerasan yang terjadi di papua tidak dapat menyelesaikan persoalan papua yang berkeadilan justru sebaliknya akan mengakibatkan persoalan baru yang lebih besar lagi.

Putra asli Papua ini juga berharap untuk Bapak Presiden Jokowi untuk membuka ruang berdialog kepada kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan di papua dalam hal ini TPN PB/KKB bersama dengan Pemerintah untuk mencari solusi strategis dalam menciptakan kedamain di papua serta menyelesaikan persoalan-persoalan dasar yang ada.

Sementara itu sebagaimana disampaikan Rycho Kobogau, salah satu mahasiswa Intan Jaya di Jayapura yang menghubungi istri almarhum Pdt. Yeremia Zanambani melalui panggilan telepon dari Intan Jaya. Dimana sebagaai aktivis mahasiswa Papua,m fakta kejadian di lapangan kepada publik.

“Keluarga korban mengatakan sebelum meninggal dunia, ia (almarhum) menyebutkan yang menembak dirinya diduga adalah anggota TNI. Jadi kami mau luruskan bahwa yang melakukan penembakan diduga kuat aparat TNI bukan TPNPB,” kata Kobogau saat menggelar jumpa pers di asrama Intan Jaya, Waena, Kota Jayapura, Kamis (24/9/2020).

Sedangkan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membantah, bahwa pelaku penembakan pendeta Zanambani bukan dilakukan oleh anggota TNI, karena belum dilakukannya olah TKP oleh pihak kepolisian.

“Kami minta kepada pihak-pihak yang menuding untuk tidak menyebabkan informasi yang tidak betul, karena belum dilakukan olah TKP guna membuktikan siapa pelaku penembakan itu dilakukan oleh TNI atau KKB,” tuturnya.

*Seruan Moral Persatuan Pendeta di Papua*

Sementara itu para pimpinan gereja-gereja di Papua meminta Presiden Jokowi agar memberi perhatian serius terhadap peristiwa penembakan Pendeta Yeremia Zanambani, STh di Kampung Hitadita, Intan Jaya, Papua dengan membentuk tim investigasi independen yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk gereja, serta perlunya dibuka ruang dialog.

Hal tersebut terungkap dalam konprensi pers virtual yang diinisasi oleh MPH-PGI, pada Kamis (24/9).

Para pimpinan gereja-gereja di Papua yang hadir dalam konferensi pers tersebut yaitu Pdt. Andrikus Mofu, MTh (Ketua Badan Pekerja Am Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua-GKI TP), Pdt. Hiskia Rollo, STh, MSi (Ketua Majelis Pekerja Harian PGIW Tanah Papua), dan Pdt. Petrus Bonyadone (Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua). Juga Pdt. Dr. Daniel Ronda (Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia-GKII).

Menurut Pdt. Andrikus Mofu, munculnya peristiwa penembakan Pdt. Yeremia Zanambani, STh serta peristiwa kekerasan lainnya, menimbulkan pertanyaan sejauh mana keseriusan Presiden Jokowi untuk menciptakan kedamaian di Papua.

“Saat pidato di PBB Presiden Jokowi menyinggung persoalan dunia, seperti Palestina. Namun hal ini memunculkan pertanyaan sejauh mana selaku Kepala Negara dalam tanggung jawab menyelesaikan pemasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, terkhusus di Papua.

Dengan peristiwa penembakan, bukan hanya kepada Pdt. Yeremia, tetapi juga berbagai peristiwa sebelumnya, bahkan persoalan terkait kemanusiaan akhir-akhir ini, yang merengggut jiwa masyarakat, termasuk juga anggota TNI dan Polri, ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana keseriusan negara,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, ada 4 akar masalah di Papua yang direkomendasikan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang harus diselesaikan, namun hal itu hingga saat ini belum dilaksanakan.

“Karena itu dengan peristiwa penembakan ini saya mengingatkan segera dibentuk tim independen yang melakukan investigasi secara adil dan seimbang, untuk mengungkapkan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Papua,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PGI ini juga mengingatkan, pemerintah untuk segera mengevaluasi penempatan pasukan secara massif di Papua. Sebab menurutnya, hal ini tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menjadi sumber masalah. Serta perlunya dibuka ruang dialog.

Sementara itu, Pdt. Hiskia Rollo menegaskan, akibat kasus ini menimbulkan pertanyaan apa artinya integrasi Papua ke NKRI. Karena hal baik yang diharapkan tidak terwujud, tetapi malah sebaliknya.

“Kami sedang menjelaskan Otsus kepada masyarakat agar mendapat pemahaman yang baik, tetapi justru terjadi penembakan terhadap pendeta di Hitadipa. Kami makin prihatin karena bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap gereja. Sebab itu, ini menjadi momen bagi kita untuk membuat percapakan-percakapan yang terarah dan terukur, untuk menghindari bola liar di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Pdt. Petrus Bonyadone mengungkapkan, bahwa kronolgis peristiwa penembakan Pdt. Jeremia Zanambani ini telah diserahkan oleh gereja ke DPRD Intan Jaya dan selanjutnya diteruskan ke Kapolda Papua, Pangdam, dan Komnas HAM.

Diinformasikan pula, warga Hitadipa kini mengungsi ke kampung lain di sekitarnya, yang jaraknya sangat jauh dengan kondisi yang sulit ditempuh karena harus melalui pegunungan dan hutan rimba. Akibatnya, semua kegiatan, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi di distrik itu tidak ada. Bahkan ibadah 6 gereja yang ada di wilayah itu pun berhenti.

“Sebab itu saya mendukung perlu adanya tim investigas secara padu, karena peristiwa ini menyebabkan luka yang amat dalam,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, mewakili Pimpinan Pusat GKII, Pdt. Daniel Ronda, menegaskan, sangat menyayangkan sikap pemerintah yang hingga saat ini belum menyampaikan komentar apapun atas peristiwa penembakan terhadap Pdt. Yeremia Zanambani.

Diakhir konferensipers, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacklevin F. Manuputty menegaskan, PGI menaruh perhatian yang sangat serius terhadap masalah Papua. Oleh karena itu ada Biro Papua yang berkonsentrasi penuh terhadap masalah Papua. Juga Komisi Papua yang memberikan kontribusi dan sumbang saran bagi PGI dalam rangka terus mengutamakan Papua di dalam kiprah dan pelayanann PGI.

Menurutnya, PGI akan terus bersinergi untuk melihat perkembangan kasus ini, tetapi juga masalah lain yang terjadi, dan besar harapan tidak ada lagi darah tertumpah di tanah Papua.Penulis: RB Syafrudin Budiman SIP


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/33Y9yma
via IFTTT