Pages

Pages - Menu

Friday, April 30, 2021

AKBP Memo Ardian : Saya Bukan Ditangkap Tapi Hanya Sebagai Saksi

Halodunia – Kabar miring menimpa AKBP Memo Ardian selaku Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.

Memo Ardian membantah dirinya diamankan Paminal Mabes Polri. Ia hanya mendampingi atas kasus penyalahgunaan narkoba yang diduga melibatkan anak buahnya.

Bahkan, tes urine yang dilakukan terhadap Memo Ardian hasilnya negatif. Justru perwira yang telah mendapatkan Pin Emas dari Kapolri ini menegaskan dirinya kecolongan dengan perilaku anggotanya yang tidak taat aturan .

“Saya kecolongan ada anggota yang nakal. Ada dua perwira dan satu anggota yang diamankan dan saya dipanggil sebagai saksi. Selaku pimpinan saya harus dampingi anggota saya. Hasil tes urin saya negatif, karena memang saya nggak pakai narkoba,” tandas AKBP Memo Ardian melalui sambungan teleponnya, Jumat (30/4/2021).

Dari data yang diperoleh, kasus dugaan oknum aparat kepolisian yang terjerat penyalahgunaan narkoba diduga adalah Kanit Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Hanya saja, AKBP Memo Ardian belum berani menjelaskan terkait anak buahnya yang nakal ini. Ia menyerahkan semua proses hukum yang dilakukan oleh Paminal Mabes Polri terkait jajarannya.

“Nanti biar paminal Mabes Polri yang menjelaskan. Saya hanya mengikuti proses internal Polri dan saya hadir hanya mendampingi anggota. Mengenai berita saya diamankan itu adalah salah semua, tidak benar jika saya terlibat pesta narkoba,” lanjut Memo Ardian menegaskan.

The post AKBP Memo Ardian : Saya Bukan Ditangkap Tapi Hanya Sebagai Saksi appeared first on Halo Dunia.


https://ift.tt/332bav9
from Halo Dunia https://ift.tt/3gNpVKp
via IFTTT

Tempat Misterius di Dunia Sesuai dalam Al-Qur’an

Halodunia – Selain misteri tentang pulau tempat Dajal dikurung, ternyata masih ada beberapa tempat lain di muka bumi yang masih misterius dan belum pernah ditemukan keberadaannya, berikut ulasannya:

Pulau tempat Dajal dikurung

Dajal dalam ajaran agama Islam diyakini sebagai salah satu makhluk penanda akhir zaman. Sampai saat ini, keberadaan mahkluk akhir zaman tersebut masih dipertanyakan keberadaannya.

Banyak yang menyebut Dajal saat ini masih dikurung di sebuah pulau dan akan keluar begitu akhir zaman sudah dekat.

Namun, di mana letak Dajal dikurung hingga saat ini belum ada yang menemukan. Ada beberapa pendapat yang mengatakan jika Dajal dikurung di sebuah pulau yang bernama Sokotra yang terletak di Samudera Hindia.

Kepulauan ini terletak 80 KM sebelah timur dari Tanduk Afrika, dan 380 KM sebelah selatan dari Jazirah Arab. Namun, belum ada bukti yang kuat, sehingga masih banyak ulama yang tidak setuju mengenai hal ini.

Akan tetapi, sebagai umat Islam kita wajib mengimani akan keberadaan Dajal sang pembawa fitnah besar yang akan keluar di akhir zaman.

Tembok Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj dalam Islam diyakini sebagai makhluk yang keluar saat akhir zaman atau setelah turunnya Dajal dan Nabi Isa AS. Keberadaan Ya’juj dan Ma’juj hingga saat ini masih dirahasiakan oleh Allah SWT.

Disebutkan bahwa kedua kelompok tersebut saat ini dikurung di sebuah tempat di dalam perut bumi.

Banyak orang berspekulasi bahwa Ya’juj dan Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain di Tembok Besar Cina (The Great Wall). Tembok ini terletak sekitar 50 KM di utara Beijing dan memiliki panjang 6.000 KM.

Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, seorang penulis dan peneliti tentang Tembok Dzulkarnain, meyakini bahwa tembok yang dibangun Dzulkarnain adalah Tembok China tersebut.

Hal ini kemudian dituangkannya dalam sebuah buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Mengungkap Misteri Perjalanan Dzulkarnain ke China: Munculnya Ya’juj dan Ma’juj di Asia. Buku ini diterbitkan pada Maret 2007 lalu.

Di dalam bukunya, Syekh Hamdi sangat yakin dan tanpa ragu menyatakan bahwa Tembok China adalah tembok yang dibangun Dzulkarnain. Ia kemudian menyebutkan secara detail penelitian dan bukti-buktinya.

Namun, jika dilihat secara fisik, terdapat perbedaan yang sangat jelas antara tembok yang dibangun Dzulkarnain dengan Tembok China.

Pertama, Tembok China terbuat dari susunan batu bata, sedangkan dalam Al-Qur’an disebutkan tembok Dzulkarnain terbuat dari tumpukan besi yang kemudian dicampur dengan tembaga.

Kedua, tembok China dibangun secara bertahap selama ratusan tahun dari berbagai dinasti yang memerintah China, di antaranya Dinasti Han dan Ming.

Sementara itu, penjelasan Al-Qur’an tembok itu dibangun oleh suku bangsa yang meminta pertolongan kepada Dzulkarnain. Dan setelah selesai, Dzulkarnain menyatakan bahwa tembok itu tidak akan bisa dilewati dan dilubangi oleh Ya’juj dan Ma’juj.

Ketiga, dalam Al-Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman kepada Dzulkarnain yang memerintahkan terserah kepadanya mau diapakan kaum itu.

Artinya, Dzulkarnain mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan para raja China tidak. Dengan demikian, apakah benar Tembok China itu disebut sebagai tembok yang dibangun Dzulkarnain?

Dalam Al-Qur’an memang tidak dijelaskan secara detail tentang Dzulkarnain berasal dan ke mana saja pengembaraannya. Al-Qur’an hanya menyebutkan, Dzulkarnain melakukan pengembaraan menuju matahari terbenam dan matahari terbit.

Lalu, dalam perjalanan ke utara, Dzulkarnain bertemu dengan dua buah bukit yang di baliknya terdapat kaum yang bernama Ya’juj dan Ma’juj. Lalu di manakah sebenarnya keberadaan tembok Ya’juj dan Ma’juj itu berada? Wallahu’alam bissawab.

Mata Air Ainul Hayat

Ainul hayat menurut beberapa ahli tafsir merupakan air kehidupan yang bisa memperpanjang usia manusia. Barang siapa yang meminum airnya walau hanya satu tegukan saja, maka hidupnya akan abadi.

Kehidupannya dijamin oleh Allah hingga kiamat. Kecuali dia memohon kepadanya untuk dimatikan. Beberapa hikayat menyebutkan setelah Allah SWT menciptakan dunia, dia menurunkan beberapa tetesan air dari surga ke dunia. Salah satu tetesnya kemudian berubah menjadi sang Ainul Hayat atau si mata air keabadian yang terkenal itu.

Bahkan, beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa Dajal sebagai musuh nyata manusia pernah mandi dan meminum air ini sehingga Dajal memiliki kehidupan yang kekal.

Tidak hanya Dajal, seorang nabi bernama Khidir AS juga dipercaya masih hidup hingga saat ini dikarenakan meminum air dari mata air ainul hayat ini.

Lalu di mana sebenarnya letak Ainul Hayat berada? Faktanya beberapa pendapat mengatakan bahwa mata air Ainul Hayat yang dijaga nabi Khidir berada di pulau Bermuda.

Oleh karena itulah banyak kapal dan orang yang hilang ketika melewati daerah tersebut. Karena para setan berbondong-bondong mengelilingi tempat tersebut untuk merebut Ainul Hayat. Wallahu’alam bissawab.

Nah itulah beberapa tempat paling misterius dalam Islam, sehingga saat ini belum diketahui persis keberadaannya. Ikuti terus ERA.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3xBb8s2
via IFTTT

Laut yang Dapat Menenggelamkan Kapal dalam Al-Qur’an

Halodunia – Seringkali kita mendengar kecelakaan kapal di laut, seperti yang saat ini yaitu kapal Indonesia KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam pada kedalaman 850 Meter. Ternyata Al-Qur’an telah menjelaskan ada wilayah di laut yang bisa menenggelamkan kapal.

Dilansir oleh Ringtimesbanyuwangi.com dari kanal YouTube Islam Popular pada 29 April 2021, berikut adalah wilayah laut yang dapat menenggelamkan kapal:

Lautan berkali-kali lipat luasnya daripada daratan, maka tidak heran jika lautan menyimpan banyak misteri.

Seiring berkembangnya ilmu teknologi, para ilmuan terus menjajaki laut untuk menjawab satu per satu misteri yang ada di laut.

Dari hasil penelitian menjawab, kegelapan lautan dan samudra kedalaman 200 meter atau lebih hampir tidak dijumpai cahaya.

Lalu pada kedalaman 1000 meter, tidak dapat ditemui cahaya sama sekali.

Manusia sendiri tidak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter, tanpa bantuan peralatan khusus.

Manusia tidak akan mampu bertahan hidup ketika menyelam pada kedalaman 200 meter.

Maka salah satu alternatif untuk mengetahui keadaan laut adalah dengan ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Para ilmuan menggunakan kapal selam, dan teknologi khusus yang dikembangkan untuk mengetahui kondisi laut.

Dengan mengarungi lautan dan tak jarang mengalami kecelakaan pelayaran, kecelakaan terjadi pada titik-titik tertentu.

Ternyata kondisi laut dalam yang sangat gelap sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam. Yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak (pula). Di atasnya (lagi) awan: gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah SWT tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS. An-Nur: 40).

Misteri lautan gelap dan didalamnya terdapat ombak sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an jauh sebelum penemuan sains.

Apapun yang terjadi di lautan semua telah menjadi kehendak Allah SWT, manusia hanya bisa berikhtiar.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3tcJONG
via IFTTT

7 Pengkhianat Para Nabi di Sejarah Islam

Halodunia – Seperti yang dituturkan dalam kisah, perjuangan untuk menyebarkan agama Allah SWT tidak pernah mudah. Para Nabi harus menghadapi berbagai cobaan. Mulai dari keluarga yang meremehkan, orang-orang yang mengaku Tuhan, musuh-musuh yang sulit ditaklukkan, dan yang tak kalah buruk adalah para pengkhianat.

Terdapat sederet nama yang dinobatkan menjadi pengkhianat terburuk dalam sejarah Islam. Mereka mendekati para nabi untuk menghancurkan penyebaran agama dari dalam. Beberapa di antaranya bahkan menimbulkan peperangan besar.

Ingin tahu seperti apa apa yang dilakukan para pengkhianat dan seperti apa akhir kehidupan mereka? Simak kisahnya berikut ini!

 

1. Yudas Iskariot yang disalib menggantikan Nabi Isa

ilustrasi kaum Yahudi(theguardian.com)

Membicarakan tentang pengkhianat dalam sejarah Islam, mayoritas orang pasti ingat akan kisah Yudas Iskariot yang mengkhianati Nabi Isa. Lalu sebenarnya siapakah dia?

Nama Yudas Iskariot sebenarnya tidak tertuliskan di Al-Qur’an dan sumber kredibel mana pun dalam Islam. Itulah kenapa ada banyak versi cerita dari pengkhiatannya. Studi dari Online Journal Research in Islamic Studies tahun 2015 menghimpun semua versi tersebut dan mengemukakan kesimpulannya sebagai berikut.

Seperti yang kita tahu, Nabi Isa memiliki begitu banyak mukjizat. Ia bisa menyembuhkan berbagai penyakit, menghidupkan burung dari tanah liat, dan lain-lain. Bersamaan dengan itu, beliau mengajak kaum Bani Israil yang beragama Yahudi untuk mengimani agama Allah SWT. Mereka tidak terima dan marah kepadanya.

Nabi Isa dan pemuda pengikutnya pun dikejar-kejar oleh kaum Bani Israil dan pasukan raja yang saat itu memimpin. Mereka bersembunyi di sebuah rumah. Di saat yang bersamaan, salah satu dari pemuda tersebut berkhianat dan membocorkan tempat persembunyian Nabi Isa. Ia menukar informasi tersebut dengan uang sebesar 30 dirham. Seperti yang kamu duga, ia adalah Yudas.

Sesampainya pasukan di sana, Allah SWT ternyata sudah mengangkat Nabi Isa ke langit untuk melindunginya. Yudas yang berkhianat diubah wajah, penampilan, hingga suaranya agar mirip dengan sang nabi. Pasukan mengira bahwa ia adalah Nabi Isa. Yudas pun menggantikan beliau dibunuh dan disalib.

Sebagai disclaimer, dalam ajaran Islam, Nabi Isa memang tidak mati dan tidak disalib. Salah satu pengikutnya yang berkhianatlah yang menjalani hukuman tersebut. Tidak dikatakan secara rinci apakah itu Yudas atau bukan. Namun berbagai tafsir menunjukkan bahwa itu benar-benar Yudas.

 

2. Kaum Tsamud yang mengkhianati Nabi Saleh

Pengkhianat kedua bukanlah satu orang, melainkan sekelompok kaum bernama Tsamud. Mereka merupakan masyarakat yang tinggal di jalur perdagangan Suriah dan Yaman dan bekerja sebagai pemahat gunung. Mereka juga berada di area yang subur sehingga tak perlu khawatir akan kelaparan.

Sayang sekali, kaum Tsamud dipenuhi dengan orang-orang sombong yang ingkar terhadap Allah SWT. Itulah kenapa Nabi Saleh diutus untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Seperti dugaan, kehadiran sang nabi tidak disambut baik. Beliau dicaci dan dihujat. Ada pula yang mengatainya bodoh.

Kaum Tsamud kemudian membuat satu permintaan kepada Nabi Saleh. Jika beliau berhasil mengabulkannya, mereka berjanji akan memeluk agama Allah SWT. Permintaan tersebut adalah Nabi Saleh harus mengeluarkan atau menciptakan seekor unta dari sebongkah batu.

Atas kuasa Allah SWT, Nabi Saleh berhasil memenuhi permintaan tersebut. Sebagian dari mereka memang menjadi pengikut. Namun sebagian lagi semakin membenci Nabi Saleh diam-diam. Mereka kemudian membunuh unta betina yang sedang hamil itu dengan pedang. Sang nabi memeringatkan bahwa tindakan tersebut akan mendapatkan ganjaran dari Sang Pencipta.

Seakan tak cukup, para pengkhianat ini bahkan berencana membunuh Nabi Saleh. Namun Allah SWT menyelamatkan beliau dan para pengikutnya. Tiga hari setelah Nabi Saleh pergi dari kaum Tsamud, pegunungan tempat mereka tinggal terguncang oleh gempa bumi dan badai. Semua rumah dan tubuh para pengkhianat terkubur tidak bersisa.

 

3. Abdullah bin Ubay, pengkhianat terburuk yang membuat Nabi Muhammad SAW kalah dalam Perang Uhud

ilustrasi Perang Uhud (hizb.org.uk)

Nabi Muhammad SAW menghadapi begitu banyak musuh yang membencinya. Di antara mereka, ada Abdullah bin Ubay. Ia dikenal sebagai ‘pentolan’ pengkhianat di masa Rasulullah. Bukan hanya itu, ia juga dicap sebagai orang yang munafik, yaitu suka berdusta dan mengingkari janji.

Abdullah bin Ubay awalnya akan diangkat menjadi penguasa Madinah. Begitu Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota tersebut, pamor Abdullah bin Ubay memudar seketika. Bahkan masyarakat setempat mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpinnya. Melihat hal ini, ia pun marah besar. Kebenciannya terhadap sang Rasul semakin memuncak.

Tak seperti Abu Lahab yang menunjukkan rasa bencinya, Abdullah bin Ubay mengaku beriman di hadapan Rasulullah. Namun di balik itu, ia menjelek-jelekkan nabi dan umat Islam. Ia juga sering mengadu domba agar orang-orang menyerang para muslim.

Puncak pengkhianatan Abdullah bin Ubay terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dan pasukan sedang dalam perjalanan menuju ke Uhud untuk berperang (Perang Uhud). Ia membelot dan membawa 300 orang bersamanya untuk bergabung bersama musuh. Jadi, pasukan yang semula 1.000 orang berkurang jadi 700 orang.

Hal ini tidak menggentarkan pasukan muslim. Rasulullah dan pengikutnya tetap berperang melawan kaum Quraisy selama kurang lebih 7 hari. Banyak korban berjatuhan, termasuk para sahabat dan keluarga nabi. Akibatnya, pasukan muslim pun mundur dan mengumumkan kemenangan kaum Quraisy.

 

4. Saudara Nabi Yusuf yang mendorongnya ke sumur

tampak asli sumur Nabi Yusuf (aljumuah.com)

Nabi Yusuf merupakan anak dari Nabi Yakub. Ia dianugerahi kepintaran dan paras yang menawan. Bukan hanya itu, Nabi Yusuf juga menjadi kesayangan sang ayah. Hal ini membuat saudara-saudaranya iri dan dengki.

Suatu hari, saudara-saudara itu mengajak Nabi Yusuf menggembala. Namun di tengah jalan, mereka melemparkan sang adik bungsu ke dalam sumur agar ia lenyap selamanya. Sesampainya di rumah, mereka bersandiwara dengan menangis dan mengatakan bahwa Nabi Yusuf mati dimakan serigala. Nabi Yakub sangat kehilangan, ia menangis berhari-hari karenanya.

Namun ternyata, Nabi Yusuf tidak mati. Beliau kemudian ditemukan oleh rombongan penjelajah yang ingin mengambil air di sumur tersebut. Dari sana, beliau dibawa ke Mesir. Nabi Yusuf harus menjadi budak, sempat dipenjara karena fitnah, hingga akhirnya diangkat jadi tangan kanan raja.

Beberapa tahun kemudian, saudara Nabi Yusuf datang ke Mesir untuk meminta bahan pangan karena kemarau panjang. Namun mereka tidak mengenali adiknya itu. Lebih lanjut, Nabi Yusuf ternyata memaafkan semua perbuatan saudaranya. Beliau mengajak mereka serta Nabi Yakub untuk tinggal bersama di Mesir.

 

5. Hatib bin Abi Balta’ah, sahabat Rasulullah yang ingin membocorkan strategi perang ke musuh

ilustrasi orang menaiki unta (pexels.com/Tomas Malik)

Kisah Hatib bin Abi Balta’ah sedikit berbeda dengan lainnya. Ia merupakan salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad SAW yang beriman dan bahkan ikut membela agama dalam Perang Badar, salah satu perang terbesar di sejarah Islam. Itulah kenapa Hatib begitu spesial.

Tak hanya itu, Hatib juga ikut hijrah dengan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Saat itu, ia meninggalkan harta dan keluarganya. Suatu hari, ketika Mekkah dikuasai oleh bangsa Quraisy, Rasulullah dan para sahabat berencana untuk mengambil alih kota suci tersebut.

Hatib yang mengetahui hal ini berniat untuk mengirimkan surat kepada orang-orang di Mekkah tentang strategi perang Nabi Muhammad SAW. Sayang sekali niat tersebut gagal karena suruhannya ditangkap para sahabat lainnya.

Rasulullah kemudian menyidang Hatib dan bertanya kenapa ia melakukan hal tersebut. Hatib kemudian berkata bahwa sahabat lain memiliki orang di Mekkah untuk mengamankan keluarganya, sementara ia tidak. Maka ia berniat menukar strategi perang Nabi Muhammad SAW dengan perlindungan terhadap keluarganya.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad pun memaafkan Hatib dan menyuruhnya melanjutkan niat untuk menolong keluarganya. Ini karena Hatib merupakan sosok istimewa yang tidak memiliki niat buruk.

 

6. Istri dan anak-anak Nabi Nuh yang menyembah berhala

ilustrasi kapal Nabi Nuh (researchgate.net)

Ada dua istri nabi yang tercatat dalam sebuah ayat di Al-Qur’an. Bukan karena kebaikannya, melainkan karena pengkhianatannya yang tak bisa diampuni. Salah satu sosok tersebut adalah istri Nabi Nuh. Begitu pula dengan anak-anaknya. Apa yang dilakukan mereka?

Nabi Nuh diutus kepada kaum yang benar-benar bebal. Mereka tidak Mereka menyembah berhala (patung) dan menghina sang nabi yang dianggap telah mengganggu hidupnya. Bukan hanya itu, Nabi Nuh juga diuji dengan istri dan anak-anaknya yang juga menyembah berhala.

Dengan sabar, beliau terus membimbing mereka kembali ke jalan Allah SWT. Sayangnya, upaya tersebut tidak dihiraukan oleh istri dan anak-anaknya. Mereka tetap berkumpul dengan orang-orang yang ingkar dan menyembah berhala.

Saat Nabi Nuh dan pengikutnya selesai membangun kapal, banjir besar pun datang. Sang nabi berusaha untuk menyelamatkan keluarganya, namun tidak berhasil karena mereka bukanlah orang yang beriman kepada Allah SWT. Istri dan anak-anak Nabi Nuh pun tenggelam bersama berhala-berhalanya.

 

7. Istri Nabi Luth yang tak bisa menjaga rahasia

ilustrasi desa kaum Tsamud (muslimvillage.com)

Menyambung poin sebelumnya, istri berikutnya yang dianggap berkhianat adalah istri Nabi Luth. Menurut Al-Qur’an, ia tidak mampu menjaga rahasia dan ingkar terhadap suaminya. Apa yang dilakukannya?

Nabi Luth diutus untuk memperbaiki perilaku kaum Sodom yang menyukai sesama jenis, melakukan seks bebas, dan berbagai tindakan kriminal lainnya. Upaya dakwah beliau tidak diterima di sana, beliau bahkan dianggap sok suci dan menggurui.

Nabi Luth kemudian memohon pertolongan Allah SWT. Beliau pun mengutus dua malaikat untuk pergi bersamanya. Mereka menyamar menjadi laki-laki yang rupawan dan datang ke rumah Nabi Luth. Hal ini dilakukan secara diam-diam agar kaum Sodom tidak mengetahuinya.

Sayangnya, istri sang nabi berkhianat. Ia membocorkan bahwa ada dua laki-laki tampan di rumahnya kepada kaum Sodom. Perempuan itu bahkan mengambil uang dari mereka sebagai bentuk pertukaran dengan informasi itu. Masyarakat kemudian datang menyerbu rumah Nabi Luth untuk bertemu dengan kedua malaikat.

Melihat hal ini, Nabi Luth dan pengikutnya diperintahkan untuk meninggalkan kaum tersebut dan tidak pernah menengok ke belakang. Sang istri juga diajak. Namun lagi-lagi ia berkhianat dan memilih tinggal bersama kaum Sodom. Allah SWT kemudian mendatangkan bencana besar kepada kaum tersebut. Bumi seakan dibalik dengan adanya gempa, angin, hingga hujan batu. Semua orang pun mati terkubur.

Itulah kisah para pengkhianat nabi-nabi yang berusaha menggagalkan penyebaran agama Allah SWT. Kamu bisa mengambil begitu banyak hikmah dari kisah-kisah tersebut.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3vJQjcv
via IFTTT